
MEULABOH – UTU | Jabatan Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) kabupaten Aceh Barat periode 2023-2028 resmi dipegang Cici Darmayanti, S.E., M.Si.
Cici merupakan Dosen tetap Non PNS di Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Teuku Umar.
Penetapan jabatan tersebut berdasar hasil musyawarah seluruh Komisioner KIP Aceh Barat dalam sidang pleno pada Jum’at (14/7/2023) kemarin yang berlangsung di kantor KIP Aceh Barat setelah sehari sebelumnya diambil sumpah dan dilantik oleh Pj Bupati Aceh Barat, Mahdi Efendi di aula kantor Cabdin Pendidikan Aceh Barat.
Kabar tersebut juga dikonfirmasi langsung oleh Cici Darmayanti. Dia hanya memberikan jawaban singkat melalui pesan Whatsapp. “Alhamdulillah, mohon doanya” tulis akademisi ini
Cici dibantu empat anggota KIP lainnya, yakni Saktian, Teuku Novian Nukman, Giyanto dan Syafrianto akan menduduki kepala Divisi yang ada di dalam struktural KIP Aceh Barat.
Sementara Rektor Universitas Teuku Umar, Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si mengucapkan selamat kepada Cici Darmayanti atas amanah baru sebagai Ketua KIP Aceh Barat.
“Selamat untuk buk cici, semoga bisa menjalankan amanah dengan baik,” ucapnya. (Aduwina Pakeh)

MEULABOH – UTU | Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasa Seksual (Satgas PPKS) Universitas Teuku Umar mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi regional 1 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumatera Utara yang merupakan pusat penguatan karakter dibawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI.
Pelatihan tersebut berlangsung pada tanggal 11 – 14 juli 2023. Adapun perwakilan Satgas PPKS UTU yang mengikuti pelatihan yang diikuti 29 PTN dan LLDIKTI Regional 1 adalah Rita Hartati, S.Pd., M.Pd (Ketua), Nurlian, S.Sos.,M.Sos dan Aulia Indriani yang merupakan anggota satgas PPKS.
Kekerasan seksual di satuan pendidikan menjadi perhatian khusus oleh kementerian pendidikan kebudayan riset dan teknologi, oleh karena itu dibetuklah program prioritas melalui 3 dosa besar pendidikan (intoleransi), perundungan dan kekerasan seksual.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh kementrian pendidikan, kebudayaan riset dan teknologi melalui direktorat jenderal pendidikan tinggi riset dan teknologi pada tahun 2021, bahwa 77% dosen menyatakan kekerasan seksual pernah terjadi di kmpus, dan 63% dari mereka tidak melaporkan kasus yang diketahuinya kepada pihak kampus.
Kemendikristek terus bergerak, bersinergi dan berkolaborasi melakukan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual ( PPKS ) di lingkungan pendidikan. Salah satunya, dengan mendorong perguruan tinggi membentuk satgas PPKS yang sejalan dengan mandat Permendikbudristek no 30 tahun 2021 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.
Kepala pusat penguatan karakter ( PUSPEKA ) kemendikbudristek, Rusprita Putri Utami yang hadir dalam kegiatan ini menyampaikan, saat ini keseluruhan dari 125 perguruan tinggi negeri di Indonesia yang terdiri dari 76 PTN akademik dan 49 PTN vokasi telah membentuk satgas PPKS, kemudian beliau mengatakan tujuan dari peningkatan kapasitas satgas PPKS regional 1 PTN untuk menambah ilmu bagaimana langkah-langkah dalam pelaksanaan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.
Tugas satgas PPKS tentu penuh tantangan akan tetapi perlu ditekankan bahwa dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual harus mengutamakan kebutuhan korban.
Irjen Dr. Chatarina Muliana Girsang, S.H., S.E., M.H, dalam kesempatannya mengharapkan bahwa pimpinan perguruan tinggi memberikan support penuh terhadap peran dan tugas satgas ppks melalui fasilitas penyediaan sarana dan prasarana serta penetapan pagu anggaran satgas ppks. Diharapkan, satgas ppks yang sudah terbentuk, lebih kurang 6 bulan tetap semangat dan berjiwa besar dalam melakukan tugas – tugas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.
Ia juga menegaskan, upaya pencegahan kekerasan seksual tidak hanya cukup melalui lembaga Pendidikan yang didasari atas Permendikbud No 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi, tetapi menjadi kewajiban bersama. “Yang jelas dengan diterbitkannya Permendikbud ini (tentang PPkS), kami sangat mengharapkan itu. Yang berperan (mencegah kekerasan seksual) tidak hanya Lembaga Pendidikan/Perguran Tinggi, tetapi kewajiban kita bersama,” ucapnya.
Ketua Satgas PPKS UTU, Rita Hartati menyampaikan pelatihan ini dalam rangka penguatan kapasitas, tugas, dan fungsi Satgas. Pengalaman praktis selama menangani kasus kekerasan seksual dari narasumber sangat penting sebagai bahan dalam pelaksanaan tugas Satgas maupun secara khusus dalam merancang program.
“Pertanyaan-pertanyaan yang selama ini menjadi keraguan, menjadi hambatan sudah dijelaskan dengan baik sehingga harapan ke depan setelah pelatihan ini, Satgas PPKS UTU dapat semakin kuat di dalam menyusun program kegiatan yang tentunya mengeksekusi,” katanya. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) kembali mendapatkan izin pembukaan program studi baru. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud ristek) RI telah mengeluarkan surat keputusan (SK) izin pembukaan Prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Rektor UTU, Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si membenarkan hal tersebut dengan dikeluarkannya SK Pembukaan Prodi baru. “Benar, kemarin Senin (10/7/2023) SK Prodi K3 telah dikeluarkan,” Kata Rektor
Lanjutnya, pembukaan prodi baru ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nomor 571/E/O/2023 tentang izin pembukaan Program Studi (Prodi) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Program Sarjana pada Universitas Teuku Umar.
Dengan diterimanya SK tersebut maka jumlah prodi yang ada di UTU berjumlah 22 Prodi Sarjana dan 2 prodi magister. “Terima kasih atas dukungan dari Senat UTU, LLDikti Wilayah XIII, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, dan Kemendikbud ristek Republik Indonesia, dan semua pihak yang telah mendukung,” kata Rektor.
Rektor menjelaskan pada umumnya tujuan K3 adalah menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, terlebih dulu harus memiliki pemahaman dan keterampilan yang mencakup pengenalan, pengendalian terhadap faktor-faktor yang dapat membahayakan seperti bahaya fisik (contohnya kecelakaan mesin atau perangkat yang beraliran listrik), bahaya kimia (contohnya paparan dari bahan kimia yang beracun), bahaya biologi (contohnya penyakit menular), juga faktor-faktor psikososial seperti stres kerja.
Dengan banyaknya risiko di lingkungan kerja tersebut, maka semua sektor pekerjaan harus mengendalikan risiko tersebut agar tidak menimbukan ganguan kesehatan maupun mengancam keselamatan pekerja. Untuk itu seluruh sektor pekerjaan membutuhkan tenaga yang profesional yang bertanggung jawab mengelola keselamatan dan kesehatan kerja.
Hal tersebut yang mendorong perlu dibukanya prodi S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang menghasilkan lulusan guna merespon ketutuhan tenaga K3 tersebut,” terang Dr. Ishak Hasan, saat dikonfirmasi humas UTU Jum’at (14/7/2023).
Wakil Rektor bidang Akademik dannKerja Sama, Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric.Sc yang kebetulan juga selaku Ketua Tim Task Force pengusulan program studi ini menyampaikan usulan ke Mendikbudristek untuk Prodi K3, sudah di persiapkan selama setahun, tapi untuk Followupnya ke Mendikbudristek, kurang lebih 2 bulan Alhamdulillah sudah dikeluarkan SKnya.
“Untuk Prodi K3, program sarjana ini, baru UTU yang membuka dan pertama di Wilayah Sumatera, kecuali untuk peminatan di prodi kesehatan masyarakat” ucapnya.
M. Aman Yaman berharap, dengan adanya Prodi K3, FKM UTU menjadi penopang bagi industri-industri nantinya dalam hal bagaimana mencegah kecelakaan kerja.
“Tindak lanjutnya nanti bagaimana kita menyesuaikan kurikulumnya dengan kampus merdeka,” imbuhnya.
*Prospek Kerja Lulusan K3*
M. Aman Yaman membeberkan bahwa prospek kerja bagi lulusan prodi K3 sangat luas. Hampir semua sektor perusahaan menjunjung keselamatan dan kesehatan karyawan di lingkungan kerja.
“Untuk peluang kerja, lulusan S1 K3 nantinya banyak dibutuhkan di semua sektor bisnis, industri, jasa, pertambangan, dan pemerintahan, mengingat budaya K3 menjadi kewajiban bagi perusahaan ataupun lingkungan kerja lainnya untuk menjamin hak pekerja/karyawan atas keselamatan dan kesehatan di lingkungan kerja,” bebernya. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Tim Green Campus Universitas Teuku Umar (UTU) bersama Tim UI GreenMetric melakukan The 1st Assessment Meeting yang pelaksanaannya dilakukan secara daring bertempat di Ruang Rapat Senat, GKT, Kampus UTU, Alue Penyareng, Rabu (13/7/2023).
Pada kempatan itu, Ketua UTU Green Metric Amda Resdiar, SP., M.Si menyampaikan capaian dan perkembangan kampus UTU dalam mengembangkan kampus yang berkelanjutan, ia juga menyampaikan paparan mengenai update sustainable kampus Universitas Teuku Umar yang sesuai dengan enam indikator UI GreenMetric.
UI GreenMetric adalah salah satu program dari Universitas Indonesia. UI GreenMetric menilai universitas berdasarkan komitmen dan tindakan universitas terhadap penghijauan dan keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tim UI GreenMetric Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.M., M.Sc, dan assesor Dr. Ruki Harwahyu, MT. M.Sc dan Dr. Anom Bowolaksono, MSc serta jajaran pimpinan Universitas Teuku Umar.
Universitas Teuku Umar (UTU) memiliki track record yang sangat baik dibidang Green Kampus. Tahun 2022 UTU meraih peringkat 22 secara Nasional versi UI Green Metric. Keikutsertaan UTU semanjak tahun 2016 sampai sekarang.
Amda Resdiar menjelaskan ada 6 kiteria yang dinilai berdasarkan standar UI Gren Metric yaitu: Setting & Infrastrukture, Energy & Climate Change, Waste, Water, Transportation, Education & Research. Pada Setting & Infrastrukture Universitas Teuku Umar telah merancang dan membangun Smart Building yang dimana penggunaan Gedung terintegrasi, pengurangan penggunaan listrik dikarenakan cahaya langsung didapatkan dari luar.
Begitu juga tentang Energy / Climate Change, UTU juga telah mulai menggunakan tenaga surya untuk kebutuhan-kebutuhan tertentu, seperti penyiraman tanam herbal park menggunakan listik tenaga surya. Selanjutnya Waste.
Permasalahan sampah merupakan permasalahan yang kompek, dimana pada setiap ada aktivitas individu berpeluang menghasilkan sampah, baik sampah organic maupun anorganik. Di UTU, telah diterbitkan peraturan Rektor Nomor :03 Tahun 2022, tentang Implementasi green kampus. Dimana setiap agenda kampus, seperti
rapat,workshop, seminar dan lain-lain snack dan komsumsi tidak menggunakan kemasan berbahan plastic, serta wajib membawa tumbler. Begitu juga tentang Water, UTU memanfaatkan air-air yang ada disekitar kampus untuk kebutuhan penyiraman taman dan lain-lain.
Untuk kedepan UTU akan membangun Embung yang bisa menampung air di sekitar kampus dan dimanfaatkan untuk kepentingan kampus juga. Terkait Transportasi, berdasarkan data 2022, perhitungan kendaraan bermotor baik jenis sepeda motor maupun mobil masih sangat tinggi. Dimana per hari terdapat 1101sepeda motor dan 48 Mobil. Begitupun Edukasi dan Research,sudah banyak dosen melakukan penelitian dan pengabdian dibidang lingkungan yang nantinya menjadi referensi dalam mengwujudkan kampus yang berkelanjutan.
“Kegiatan hari ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan tanggung jawab kita bersama untuk melestarikan bumi da kita berharap semua dosen, staf dan mahasiswa UTU siap dan mau menjadi role model dalam menyebarluaskan informasi-informasi positif demi terwujudnya lingkungan yang baik,” kata Amda
Rektor Universitas Teuku Umar yang diwakili Wakil Rektor II Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd menyampaikan ucapan terimakasih kepada tim UI GreenMetric yang telah membimbing UTU untuk mengikuti beberapa hal yang harus dilakukan agar UTU menjadi kampus sumber inspirasi dan referensi dalam hal pengelolaan lingkungan dan kampus berkelanjutan.
Prof Nyak Amir juga menyampaikan bahwa posisi Universitas Teuku Umar pada UI Green Metric University Ranking mencapai peningkatan yang cukup baik dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2022 UTU berhasil mempertahankan peringkat 23 Nasional dari jumlah partisipasi peserta yang semakin banyak dari tahun 2021 yaitu 101 perguruan tinggi se Indonesia. Jika diranking secara dunia, dari 956 perguruan tinggi dunia yang menjadi peserta UI Greenmatric, maka UTU berada pada posisi ranking 227 meningkat dari tahun sebelumnya diperingkat 333.
“Ini merupakan prestasi yang harus kita syukuri dan tingkatkan,” kata Prof Nyak Amir.
Pada kesempatan itu, Wakil Rektor UTU berharap bimbingan dan arahan dari para Assesor agar di tahun 2023 ini UTU dapat naik peringkat. Terkait apa-apa yang harus dilakukan UTU, Rektor mengatakan telah mengerahkan semua jajarannya untuk mendukung kampus UTU yang berkelanjutan. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Silvi Aditya Ningsih, mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat, Universitas Teuku Umar berhasil meraih Juara 1 Lomba Orasi Ilmiah pada ajang bergengsi nasional yaitu Pekan Kreativitas Mahasiswa Nasional dan Internasional (PKMNI) Unimal Bidikmisi Competition (UBC) 2023 Jilid III.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Malikussaleh (FORMADIKSI UNIMAL) pada Jumat, 23 Juni 2023 yang berlangsung di GOR ACC Cunda, Lhokseumawe.
Selain itu, dalam kompetisi tersebut, Mahasiswa UTU lainnya atas nama Putri Azizah yang juga dari Prodi Kesehatan Masyarakat mampu meraih juara Harapan 3 dikategori yang sama yaitu orasi ilmiah setalah berhasil mengalahkan 5 tim dari universitas lainnya di Indonesia.
Adapun UTU mengirimkan 4 mahasiswa di kompetisi tersebut. Dua lainnya adalah Aulia Artika dari Prodi Kesehatan Masyarakat dan Arya Gading Harahap dari Prodi Akuakultur.
Silvi kepada media UTU News menyebutkan kegiatan tersebut merupakan kompetisi nasional dan internasional yang diselenggarakan dengan empat kategori lomba yaitu Esai ilmiah, Orasi ilmiah, Debat ilmiah dan Kisah Inspiratif serta international Essay Competition.
Lanjutnya pada ajang perlombaan karya tulis ilmiah tersebut panitia mengundang 11 Finalis untuk Orasi Ilmiah yang mempresentasikan karyanya di Universitas Malikussaleh pada babak grand final.
“Alhamdulillah kita berhasil mempersembahkan juara 1 dan harapan 3 untuk kategori orasi ilmiah,” pungkas Silvi.
Berikut nama para peraih juara kategori Orasi Ilmiah
Juara 1 : Silvi Aditya Ningsih (Universitas Teuku Umar)
Juara 2 : Olivia Shinta Rahayu (Universitas Malikussaleh)
Juara 3 : Aji Joko Sutrisno (UMSU Sumatera Utara)
Harapan 1 : Luki Alvino (Universitas Riau)
Harapan 2 : Anggi Nurmalita (UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto), dan
Harapan 3 : Putri Azizah (Universitas Teuku Umar). (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Tim Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HMJ Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat untuk mengabdi ke Desa Purwodadi, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, resmi dilepas.
Tim yang diketuai Ladani ini mengusung program dengan tema “Pengembangan desa berbasis potensi lokal sebagai komponen strategis dalam mendukung SDG’S menuju desa siaga aktif Kabupaten Nagan Raya”.
Pada Rabu (12/7/203) diadakan acara pelepasan secara resmi yang dihadiri langsung oleh Rektor UTU, Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si, Kepala Biro AKPK, Renaldi Iswan, ST., M.Sc dan Koordianator prestasi mahasiswa, Muhammad Edwar Effendy, SE, dosen pembimbing Yarmaliza, SKM, M.Si, dan seluruh anggota tim. Acara pelepasan berlangsung di pintu gerbang kampus UTU, Alue Penyareng.
Rektor UTU, Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si dalam sambutannya menyampaikan motivasi kepada tim pelaksana PPK Ormawa untuk melaksanakan tugas mereka dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab.
Rektor juga menekankan pentingnya komunikasi aktif antara tim PPK Ormawa dan pihak Fakultas dalam mengelola kegiatan organisasi lembaga mahasiswa di FKM UTU, Ujarnya.
“Harapan kita tim ini dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan potensi mahasiswa di bidang non-akademik dan sekaligus menjadi praktek baik bagi Lembaga Kemahasiswaan yang ada di FKM”, harap Rektor
Rektor juga berharap Desa Purwodadi yang selama ini sudah menjadi Desa Binaan FKM UTU, khususnya Prodi Kesehatan masyarakat agar kedepan terus melakukan pengembangan-pengembangan program lainnya, tutur Rektor
Pelepasan Tim Pelaksana PPK Ormawa di Prodi Kesmas ini menjadi awal yang baik untuk mengembangkan potensi mahasiswa dan memperkuat peran organisasi lembaga kemahasiswaan dalam membangun karakter, kepemimpinan, tanggung jawab serta kreativitas di kalangan mahasiswa.
Adapun 15 anggota tim PPK Ormawa Himakesmas UTU adalah :
1. Ladani (2105902010049) angkatan 2021
2. Ahmad Zafar Jauzi (2105902010189) – 2021
3. Alfatah (2105902010199) – 2021
4. Andes Aboni (2105902010079) – 2021
5. Aria Tumangger (2005901030002) – 2020
6. Aulya Fazira (2105902010121) – 2021
7. Chairul Amri (2105901010057) – 2021
8. Khotimah (2105902010155) – 2021
9. Laili Rahmawati (2105902010166) – 2021
10. Melly (2005902010004) – 2020
11. Monal (2105902010160) – 2021
12. Nurliani (2105901020015) – 2021
13. Salmansyah Ramadhan (2105902010012) – 2021
14. Seinab Nailus Polanunu (2105902010044) – 2021
15. Sy. Putri Nabilla (2105902010183) – 2021. (Humas UTU)

MEULABOH – UTU | Rektor Universitas Teuku Umar yang diwakili Wakil Rektor bidang Akademik dan Kerjasama, Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric.Sc menyerahkan sebanyak 728 Mahasiswa Universitas Teuku Umar untuk melakukan KKN di Kabupaten Aceh Tengah. Penyerahan Mahasiswa tersebut berlangsung di aula Kantor Bupati Aceh Tengah, Senin, (10/7/2023).
“Kami titip mahasiswa UTU di Kabupaten Aceh Tengah. Pada hakikatnya anak-anak bangsa ini hadir dari berbagai kondisi dan budaya berbeda. Ada juga peserta KKN dari luar Aceh. Kiranya anak kami dapat diterima dan dididik ke arah lebih baik selama sebulan kedepan,” kata Dr. M. Aman Yaman.
Wakil Rektor berpesan agar mahasiswa KKN senantiasa ikut dalam kegiatan masyarakat, dan menjadi garda terdepan. Setiap program yang dijalankan, didorong untuk menyentuh inti persoalan masyarakat Kampung (desa) tempatan, serta dapat menyukseskan KKN sesuai dengan tema yang diusung.
“Jadikan KKN untuk berbuat nyata hasilnya. Baik moralitas, kemampuan komunikasi atau akademiknya yang mencerminkan mahasiswa. Banyak perubahan positif di dunia ini yang diinisiasi oleh mahasiswa. Bismillah, kita mampu mewujudkannya,” tutur WR I UTU.
Adapun beberapa hal yang mesti merasakan dampak positif dari kehadiran mahasiswa KKN meliputi, stunting, membantu masyarakat calistung. Selama di gampong KKN, mahasiswa diingatkan untuk beradaptasi dengan baik, agar banyak mendengar dan belajar dari segala hal yang ada di tempat tersebut.
“Ini merupakan kesempatan pertama bagi Universitas Teuku Umar untuk melaksanakan KKN di Aceh Tengah, sebagai wujud dari implementasi kerjasama antar instansi yang telah diteken dua tahun lalu di kegiatan rapat kerja UTU yang berlangsung di Aceh Tengah,” jelas Dr. M. Aman Yaman
Lanjutnya, Kuliah Kerja Nyata(KKN) ini tidak didapat di bangku kuliah, mereka akan mengabdi di masyarakat Aceh Tengah selama satu bulan, semoga melalui KKN ini para mahasiswa dapat mengabadikan dirinya pada masyarakat,” harap Wakil Rektor
Warek 1 menambahkan adapun ke 10 kecamatan yang menjadi lokasi KKN reguler XX yaitu Celala, Sirih Nara, Bintang, Ketol, Kute Panang, Rusip Antara, Linge, Jagong Jeget, Atu Lintang dan Bebesan.
Sementara itu, Pj. Bupati Aceh Tengah, Ir. T. Mirzuan, M.T berterimakasih kepada UTU yang telah memilih Aceh Tengah sebagai tempat KKN mahasiswa kampus terbaik yang menyandang nama Pahlawan Nasional Teuku Umar.
Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kami, telah mempercayai Aceh Tengah sebagai tempat pengabdian mahasiswa untuk melakukan KKN di tengah-tengah masyarakat, sebut Pj. Bupati.
“Kehadiran adik-adik sekalian, akan membantu berbagai bidang di pemerintahan dan masyarakat Aceh Tengah,” kata T. Mirzuan
Ia mengingatkan, bahwa salah satu persoalan yang disasar dan mendasar di Aceh Tengah adalah stunting. Kehadiran mahasiswa UTU diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat tentang stunting.
“Selain itu, mahasiswa juga bisa ikut membantu aplikasi SIGAP, agar data di Aceh Tengah bisa satu pintu. Kemudian soal ketahanan pangan, bagaimana meningkatkan perekonomian masyarakat. Jadi kita berdayakan berbagai potensi yang ada di Aceh Tengah menjadi lebih baik lagi,” tutup T. Mirzuan yang juga Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Aceh ini. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Baitul Mal Kabupaten Nagan Raya membuka seleksi calon tenaga profesional untuk bertugas membantu penyelenggaraan, pengelolaan dan pengembangan zakat, infak di Baitul Mall daerah tersebut untuk masa jabatan 2023-2028.
Untuk menyukseskan proses seleksi tenaga profesional tersebut, Ketua Baitul Mal Nagan Raya dan Rektor Universitas Teuku Umar telah bersepakat melibatkan akademisi UTU sebagai tim penguji.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekretariat Baitul Mal Nagan Raya, Firdaus, MKM sesuai menggelar pertemuan dengan Rektor UTU, Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si di ruang kerja Rektor, Gedung Rektorat, Kampus UTU, Alue Penyareng, Senin (10/7/2023).
Firdaus menyebutkan proses pendaftaran rekruetmen tenaga profesional Baitul Mal kabupaten Nagan Raya resmi ditutup, dengan jumlah pendaftar 100 orang peserta dengan komposisi formasi bidang yang telah ditentukan.
“Kami sekretariat hanya menerima pendaftaran dan menyeleksi administrasi sebagaimana ketentuan umum dalam pengumuman yang kami terbitkan. Selanjutnya peserta yang lulus seleksi administrasi akan mengikuti tes baca Alquran dengan tim penguji dari LPTQ Nagan Raya. Kemudian kami akan menyerahkan kepada tim penguji independent dari Universitas Teuku Umar,” jelas Firdaus
Untuk diketahui, Pemerintah Kab. Nagan Raya telah melakukan MOU dengan Universitas Teuku Umar dalam beberapa aspek termasuk dalam konteks pengembangan sumber daya manusia seperti proses rekruetmen ini.
Kebijakan tersebut dilakukan dalam rangka untuk mendapatkan tenaga profesional yang berkompetensi dan berkualitas, sekaligus ini sebagai perwujudan konsep transparansi & akuntabilitas dalam rangka pelaksanaan fungsi & tugas Lembaga Baitul Mal Kabupaten Nagan Raya sebagaimana diamanahkan dalam Qanun Aceh No.3 thn 2021 Tentang Baitul Mal atas perubahan Qanun Aceh No. 10 Tahun 2018.
Berkaitan dengan hal dimaksud kami telah menggelar pertemuan dengan Rektor UTU agar mengutus tim penguji dalam rangka proses rekruetmen tersebut. Alhamdulilah nama- nama penguji sudah kami terima melalui surat Rektor Universitas Teuku Umar yang ditandatangani oleh Wakil Rektor II Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd.
Ujian tulis dalam bentuk Computer Asisten Test di lakukan di Laboratorium Teknologi Informasi Komputer Universitas Teuku Umar.
Bagi peserta yang dinyatakan lulus CAT maka akan mengikuti proses Fit and propertest yang juga akan di lakukan oleh Tim di Universitas Teuku Umar.
Sekretariat Baitul Mal Nagan Raya menerima hasil proses yang dilakukan oleh Tim Penguji yang sifatnya final dan tetap, artinya tidak bisa diganggu gugat, yang dinyatakan memenuhi kriteria tersebut selanjutnya akan di usulkan kepada Bupati Nagan Raya untuk diangkat sebagai Tenaga Profesional Baitul Mal Nagan Raya.
“Diharapkan tahapan proses rekrutmen ini akan selesai di akhir Juli 2023 dan berhasil merekrut tujuh orang tenaga profesional dalam memaksimalkan pengelolaan zakat, infak, wakaf & shadaqah,” pungkas Firdaus.
Sementara itu Rektor UTU Dr. Ishak Hasan menyampaikan apresiasi kepada Baitul Mal Nagan Raya atas inisiatif pelibatan akademisi UTU dalam proses seleksi tenaga Profesional Baitul Mal.
“Semoga dapat terpilih tenaga profesional yang sesuai dengan yang diharapkan dan mampu melaksanakan tugas dan kewajiban yang diamanahkan oleh Baitul Mal,” Kata Rektor
Rektor juga mengapresiasi langkah lembaga baitul mal yang selama ini telah memberdayakan zakat tidak hanya untuk konsumtif saja, melainkan sudah ke tahap produktif.
Menurutnya upaya tersebut merupakan langkah yang tepat dalam memutus mata rantai kemiskinan di Aceh, khususnya di Nagan Raya karena jika bantuan diberikan dalam bentuk habis pakai, maka kemiskinan akan terus bertambah, bahkan lebih parah.
“Mungkin kedepan Baitul Mal Nagan Raya dapat mengalokasikan zakat senif Ibnu Sabil yang akan diperuntukkan kepada mahasiswa asal nagan Raya yang kuliah di UTU, tentunya dari keluarga kurang mampu yang belum tertampung dalam beasiswa KIP-K,” harap Rektor. (Humas UTU).

Universitas Teuku Umar dengan ini mengumumkan kepada Mahasiswa calon penerima Bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) Jalur SNBT Tahun 2023 sebagai berikut:
- Seluruh peserta yang ikut tahapan wawancara wajib sudah mengisi data/registrasi di laman https://pmb.utu.ac.id
- Seluruh calon penerima KIP Kuliah wajib sudah mengisi data pada link berikut https://s.id/berkasSNBT_UTU2023
- Seluruh calon penerima KIP Kuliah wajib mengikuti kegiatan wawancara yang dijadwalkan pada 8-9 Juli 2023 pukul 08.00 wib selesai. Sesi akan dibagikan setelah mengisi absen hadir saat pengarahan peserta wawancara.
- Seluruh mahasiswa jalur SNBT yang mengajukan KIP Kuliah UTU wajib hadir pada 8 Juli 2023 pukul 8.00 wib.
- Wawancara akan dilakukan secara Daring/Online melalui melalui aplikasi Zoom Meeting. Link, ID Zoom sebagai berikut https://us02web.zoom.us/j/81962643033
a. ID Zoom 819 6264 3033
b. Kode Sandi: kipkSNBT- Guna memudahkan dan menghindari kesalahan penerimaan informasi diharapkan agar calon penerima KIP Kuliah bergabung Grup WhatsApp memalui link https://s.id/WAG_KIPKuliahSNBT_UTU
- Demikian untuk dimaklumi dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

MEULABOH – UTU | LPPM -PMP Universitas Teuku Umar melalui Pusat KKN dan Magang kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler angkatan XX Tahun 2023. Kegiatan ini menjadi sarana implementasi ilmu pengetahuan yang dipelajari di kampus melalui pemberdayaan masyarakat.
KKN Reguler 2023 direncanakan akan berlangsung pada Juli-Agustus di Kabupaten Aceh Tengah dan diikuti 728 mahasiswa UTU. Peserta akan dibagi menjadi beberapa tim yang beranggotakan mahasiswa dari berbagai jurusan.
Sebagai persiapan bagi peserta, Badan Pelaksana KKN mengadakan pembekalan Pra-KKN yang dilaksanakan selama 2 hari yaitu Rabu dan Kamis, 5-6 Juli 2023 di Aula Gedung Kuliah Terintegrasi Kampus UTU, Alue Penyareng.
Pembekalan ini mengundang sejumlah pemateri di antaranya Dr. Ir. Alfizar, DAA dari Universitas Syiah Kuala dengan materi pemanfaatan potensi lokal, Teungku Nih Farisni, SKM., M.Kes dari UTU dengan materi pengenalan stunting serta teknik pencegahannya. Berikutnya Dr. Ir. Ambar Kusumandari, M.E.S dari Universitas Gadjah Mada dengan materi Falsafah KKN serta trik sukses melaksanakan proker di Desa.
Selanjutnya Dr. Mursyidin, MA dari Universitas Malikussaleh dengan materi komunikasi efektif dalam pemberdayaan masyarakat, dan terakhir Said Junaidi, S.TP, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masayarakat Desa Kab. Aceh Barat dengan materi terkait aplikasi SIGAP dan Indikator Indeks Desa Membangun (IDM).
Dr. Alfizar dan Dr. Mursyidin bukanlah orang asing di UTU, keduanya merupakan Wakil Rektor 1 dan Wakil Rektor III Universitas Teuku Umar Periode 2018-2022.
Peserta KKN Reguler dibekali dengan materi analisis sosial serta pengabdian masyarakat sebagai wujud bela negara. Dijelaskan materi pendekatan analisis sosial dan community development, peserta dipaparkan mulai dari definisi, ruang lingkup, hingga langkah-langkah analisis sosial. Peserta juga dijelaskan mengenai bela negara yang diaplikasikan melalui pengabdian masyarakat.
Lebih lanjut, peserta pun dilatih mengenai empati dan pola pikir ideal dalam pengabdian masyarakat. Bahwa manusia memiliki kapasitas logika dan kapasitas empati. Pengabdian masyarakat menerapkan kemampuan tersebut guna merancang dan mencapai tujuan pemberdayaan.
Selanjutnya, peserta juga dibekali mengenai kepemimpinan dan kolaborasi. Mahasiswa diajak untuk berkolaborasi antardisiplin ilmu dan menggunakan kemampuan kepemimpinan untuk mengelola tim.
Dalam merancang kegiatan pengabdian, dapat digunakan metode social mapping dan design thinking untuk menemukan solusi inovatif yang dapat menyelesaikan masalah. Untuk berinteraksi dengan masyarakat, peserta diajarkan teknik pendekatan partisipatif seperti cara mendapatkan informasi dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Dr. Mursyidin, MA turut membekali mahasiswa peserta KKN Reguler dengan materi komunikasi efektif. Agar informasi dapat tersampaikan dan diterima dengan baik oleh masyarakat, mahasiswa dapat menerapkan rumus Respect, Empathy, Audible, Clarity, dan Humble (REACH) saat berkomunikasi. Selain verbal, penggunaan bahasa tubuh pun dapat membantu agar penjelasan bisa lebih dimengerti. Kemudian, komunikasi kepada masyarakat diharapkan menggunakan bahasa dan etika yang sopan dan santun. (Aduwina / Wardah)