MEULABOHUTU | Pada tahun 2023, Universitas Teuku Umar (UTU) berhasil meraih pendanaan sebanyak 19 proposal dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Dari jumlah tersebut Program Studi Akuakultur menyumbangkan 6 proposal atau sekitar 32% dari total yang diterima oleh UTU.

Keberhasilan ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi Program Studi Akuakultur, karena mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Secara umum, proposal PKM mahasiswa Akuakultur berkaitan dengan topik-topik seperti pengembangan pakan, teknologi akuaponik, teknik produksi ikan, dan lain-lain.

Adapun para mahasiswa Akuakultur yang berhasil mendapatkan pendanaan antara lain: Irna Martisa, Rafi Zahtul dan Indah Purnama Sari. Ketiganya dibawah bimbingan Fazril Saputra, S.Kel., M.Si.

Berikutnya Aris Yusdi dan Siti Halimah dibawah bimbingan  Afrizal Hendri, S.Pi., M.Si. Terakhir Arya Gading Harahap dibawah bimbingan Yusran Ibrahim, S.Pi., M.Si. Selain itu   Afrizal Hendri juga membimbing satu kelompok mahasiswa dari Program Perikanan, yaitu Hermia Salfika.

Seluruh tim ini mengusung ide-ide mereka masing-masing yang terbagi dalam jenis PKM Penerapan Iptek (PI) dan Research Eksakta (RE).

Yusran Ibrahim, M.Si selaku ketua Program Studi Akuakultur  mengucapkan rasa syukur yang besar atas pencapaian ini. Yusran juga berterima kasih kepada mahasiswa dan dosen atas usaha mereka dalam merumuskan ide-ide abstrak menjadi karya nyata yang dapat dilombakan di tingkat nasional.

“Semoga pelaksanaan PKM ini memenuhi semua persyaratan dan mencapai hasil yang diharapkan, sehingga dapat bersaing di tingkat PIMNAS,” kata Yusran Ibrahim

Sebagai informasi, Program Kegiatan Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu ajang bergengsi di tingkat nasional yang diselenggarakan sejak tahun 2001. Keberhasilan dalam mendapatkan pendanaan dan mencapai Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) merupakan indikator kreativitas mahasiswa dan dosen pembimbing dalam mewujudkan ide kreatif menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. (Humas UTU).

MEULABOHUTU | Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) pada tahun 2023 ini berhasil meraih pendanaan untuk Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Hal ini diketahui berdasarkan pengumuman oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang diumumkan pada tanggal 14 Juni 2023 melalui surat 2379/E2/DT.01.01/2023 tentang penerima bantuan PPK Ormawa 2023.

HMTS merupakan satu dari 9 Organisasi kemahasiswaan UTU yang mendapatkan pendanaan Dikti. Ia mewakili Fakultas Teknik yang memiliki 4 program studi.

Project yang diangkat oleh HMTS berjudul “Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa Napai Melalui Penerapan Konsep Drainase Berwawasan lingkungan Dalam Meminimalisir Genangan dan Banjir” yang berlokasi di Desa Napai Kecamatan Woyla Barat Kabupaten Aceh Barat.

Adapun pelaksanaan PPK Ormawa dibawah bimbingan Ir. Cut Suciatina Silvia, S.T., M.T., IPM ini dijadwalkan akan dilaksanakan selama 4 (empat) bulan ke depan sampai dengan November 2023.

Ir. Lissa Opirina, S.T.,M.T.,IPM selaku Ketua Jurusan Prodi Teknik Sipil menyampaikan dalam pertemuan Rapat dengan Tim PPK Ormawa pada Senin (19/6/2023) bahwa ini merupakan sebuah prestasi yang membanggakan bagi Jurusan Teknik Sipil dan Fakultas Teknik tentunya, dimana baru tahun 2023 Ormawa dari Fakultas Teknik dapat lolos pendanaan  PPK Ormawa.

Lissa Opirina mengungkapkan hasil kegiatan PPK Ormawa ini dapat dikonversi kepada 20 (dua puluh) SKS, termasuk di dalamnya konversi kepada Mata Kuliah Kerja Praktik (KP) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Pimpinan selalu mendukung perjuangan mahasiswa, dan semoga seluruh tim PPK Ormawa UTU yang berhasil meraih pendanaan untuk lolos ke ajang Abdidaya 2023 kedepan.

“Agar hal itu tercapai, seluruh tim PPK Ormawa yang berhasil lolos harus segera mengatur strategi dengan dosen pembimbing sehingga seluruh program kerja dapat terlaksana dengan baik”, ujar Kajur Teknik Sipil.

Sekali lagi kami pimpinan mengucapkan selamat kepada mahasiswa dan dosen pembimbing yang proposal PPK Ormawa nya berhasil lolos seleksi dan meraih pendanaan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar Dr. Ir. Irwansyah, S.T., M.Eng, IPM kepada Humas UTU menyampaikan apresiasi seraya ucapan selamat kepada mahasiswa atau tim Ormawa dari HMTS UTU yang proposalnya berhasil lolos seleksi di tingkat Nasional dan berhasil mendapatkan pendanaan tahun 2023.

“Semoga capaian ini dapat memotivasi Ormawa dari program studi lainnya untuk menyiapkan semaksimal mungkin proposal projectnya sehingga tahun depan dapat lulus, begitupun untuk kompetisi lainnya semoga mahasiswa dari Fakultas Teknik bisa lebih ramai yang meraih prestasi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, PPK Ormawa merupakan salah satu implementasi dari kebijakan Kemendikbudristek sebab mahasiswa dapat berlatih menjadi pemimpin transformasional dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat.

PPK Ormawa diikuti oleh organisasi mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Pergutuan Tinggi Swasta (PTS) di seluruh Indonesia. Sangat membanggakan tahun 2023 Universitas Teuku Umar ( UTU) kembali meraih prestasi dimana sejumlah 9  (sembilan) proposal organisasi mahasiswa lingkup  UTU berhasil lolos seleksi dan berhak mendapatkan support dana dari Kemendikbud Ristek.

Berikut ini Tim PPK Ormawa HMTS
Ketua: Ulviza

Anggota :

• Rifan Muliadi
• Adithya Purnawan
• Ariq Alrazan
• Rizky Maulana
• Ridwan
• T. Radival
• Mullyanda
• Zulfahmi
• Ayu wahyuni
• Jaafar Husen
• Samsuar
• Muhammad Fatwa
• Husaini
• Jorda IsmiNanda

MEULABOHUTU | Sebagai negara yang dominan dengan wilayah perairan, Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan ekonomi melalui sektor perikanan dan kelautan. Dr. Munandar, S.Pi., M.Sc dosen Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar (UTU), mengatakan bahwa pengembangan model ekonomi biru (blue economy) dapat menjadi salah satu strategi utama dalam pembangunan Nasional berkelanjutan di Indonesia.

Konsep blue economy merupakan pemanfaatan sumber daya laut berkelanjutan bagi laju pertumbuhan ekonomi, dengan tetap menjaga kesehatan ekosistem laut.

Menurutnya, model bisnis blue economy dapat diterapkan penduduk Indonesia yang memanfaatkan sektor perikanan dan kelautan sebagai mata pencaharian mereka. “Model bisnis tersebut bukan hanya melibatkan nelayan, tetapi juga wirausahawan yang mengembangkan hasil olahan produk perikanan dan kelautan,” ujar Munandar

Hal ini diungkapkan Dr. Munandar saat memberikan materi pada acara Fokus Grup Discussion (FGD) Pengembangan Sektor Wisata Bahari (kampung bahari) di Kabupaten Simeulu yang diselenggarakan oleh Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) Universitas Teuku Umar dalam program Ekpsedisi Kampung Bahari yang berlangsung 16 – 23 Juni 2023.

Pada awalnya, konsep blue economy hanya mencakup seluruh produk perikanan yang bernilai ekonomi, namun sekarang konsep tersebut meluas dan mencakup keberlanjutan ekosistem laut sebagai salah satu kontributor PDB terbesar di Indonesia. Keberlanjutan dalam blue economy tersebut mengintegrasikan triple bottom line dari pengembangan berkelanjutan, yaitu antara environment, social, dan governance (ESG).

Munandar melanjutkan, untuk mencapai blue economy tersebut ada beberapa langkah yang harus dilakukan, diantaranya pengembangan kebijakan dan regulasi yang mendukung Ekonomi Biru; Peningkatan investasi di sektor Ekonomi Biru; Meningkatkan kapasitas manusia melalui pendidikan dan pelatihan; Kolaborasi antara sektor publik, swasta dan masyarakat sipil serta Pengawasan dan evaluasi pelaksanaan Ekonomi Biru.

Berkaitan ekowisata bahari, Dr. Munandar mengungkapkan fokus pada menghormati dan melestarikan lingkungan laut dan pesisir, sambil memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.

Aspek penting ekowisata tersebut berupa konservasi dan Pelestarian; Pemberdayaan Masyarakat Lokal; Peningkatan Pendidikan dan Kesadaran; Pengembangan Ekonomi Lokal dan Manajemen Berkelanjutan.

“Pendekatan pariwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap sumber daya alam laut dan pesisir untuk melindungi dan melestarikan ekosistem laut, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial kepada masyarakat lokal,” jelas Munandar

Koordinator Prodi Magister Perikanan Universitas Teuku Umar ini juga menyoroti potensi pulau Simeulue sebagai Ekowisata Bahari. Menurutnya ada beberapa potensi yang dapat dikembangkan yaitu keindahan Pantai dan Surfing; Penyelaman dan Pemandangan Bawah Laut; Observasi Satwa Liar; dan Ekowisata Budaya dan Tradisi Lokal. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

MEULABOH, UTU – Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) bekerja sama dengan Inkubator Bisnis Teknologi Universitas Teuku Umar (IBT-UTU) melaksanakan kegiatan program Master Trainer Upgrade (MUG) untuk meningkatkan kapasitas Master Trainer (MT) di Berastagi, Sumatera Utara, 16 – 18 Juni 2023. Kegiatan MT tersebut bertujuan sebagai upaya untuk mendorong penerapan budidaya dan pascapanen kopi yang berkelanjutan oleh petani kopi, utamanya di dua pilot area yaitu Kabupaten Aceh Tengah dan Karo.
Ketua IBT-UTU, Hanif Muchdatul Ayunda, S.T.P., M.Si kepada UTUNews menyampaikan bahwa kegiatan tersebut terlaksana berkat Kerjasama SCOPI dan IBT-UTU, dimana IBT UTU adalah mitra pelaksana untuk meningkatkan dampak program yang diprakarsai oleh SCOPI.
Lebih lanjut Ia menjelasakan bahwa, Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) bekerjasama dengan The International Islamic Trade Finance Corporation (ITFC) menjalankan Master Trainer Upgrade (MUG) Program: Indonesia Coffee Export Development, dimana tim IBT UTU menjadi fasilitatornya.
“Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi Master Trainer (MT) SCOPI untuk mendorong penerapan budidaya dan pascapanen kopi yang berkelanjutan oleh petani. Program MUG mengambil pilot area di Aceh dan Sumatera Utara, dan pada tahun pertama telah berhasil merekrut 38 calon MT melalui Training of Trainers (ToT) berbasis Kurikulum Nasional Budidaya Kopi Berkelanjutan (National Sustainability Curriculum),” Jelasnya.

Adapun tim IBT-UTU yang menjadi fasilitator pada program tersebut adalah, Fathur Rezky Zuliyus, S. Soc.Sc, Dedy Darmansyah, S.P., M.Si, Rachmatika Lestari, S.H., M.H, Maulidil Fajri, S.P., M.Si dan Sibrani, SKM.
Untuk diketahui, Program MUG didesain untuk menjawab tantangan terkait tuntutan pekerjaan dan kebutuhan ekonomi yang dapat menyebabkan MT tidak lagi aktif di dunia perkopian dan bagaimana ketergantungan MT pada program SCOPI. Salah satu sub-program MUG yang ditujukan untuk menjawab tantangan ini yaitu program MT Bisnis.
Melalui program MT Bisnis, MT akan didorong untuk menjalankan usaha yang layak di bidang kopi melalui skema bantuan dana usaha. MT akan mendapatkan pelatihan bagaimana membuat proposal bisnis dan pendampingan sewaktu proses menjalankan usaha. MT yang terpilih mendapatkan pendanaan usaha dinilai dari performanya (reward by performance) dalam menjalankan program pelatihan dan pendampingan ke petani kopi. Keberlanjutan finansial program MT dapat dicapai secara efektif dan selaras dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas kopi yang berkelanjutan.

MEULABOHUTU | Dalam rangka mendukung penguatan pengembangan ekonomi, sosial dan wisata di Kabupaten Simeulue, Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) Universitas Teuku Umar menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Sektor Wisata Bahari di Kabupaten Simeulue 2023.

Kegiatan ini mengangkat tema tentang “Peran Generasi Muda Dalam Pengembangan Ekowisata dan Budaya” yang dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2023, bertempat di Balai Desa Labuhan Jaya, Teupah Selatan, Simeulue.

Kegiatan dibuka langsung oleh Camat Teupah Selatan Alexsender, SKN. Adapun narasumber yang mengisi materi kegiatan yaitu Dr. Mursyidin, MA, Dosen Prodi Sosiologi, FISIP Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, dan Dr. Munandar, M.Sc, dosen pakar bidang Ekologi laut Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar dengan peserta mahasiswa dari berbagai Fakultas di Universitas Teuku Umar.

Presiden Mahasiswa Universitas Teuku Umar, Wahyu Nurdin dalam kesempatannya menyampaikan  tujuan dari Ekspedisi kampung bahari ini untuk melaksanakan perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kemudian menciptakan ruang dan inovasi baru terhadap pertumbuhan daerah yang memiliki potensi pariwisata dan budaya bahari yang belum tereksplorasi..

Selain itu, untuk menciptakan ruang edukasi terhadap masyarakat dalam pengembangan pembangunan desa dan mewujudkan generasi yang memiliki kepedulian terhadap sadar pendidikan serta untuk menumbuh kembangkan kesadaran cinta budaya.

“Kemudian, mengeksplorasi daerah yang memiliki sejarah dan budaya serta mengeksplorasi daerah yang memiliki potensi wisata alam baik di laut maupun di darat dan menciptakan kawasan wisata yang berkelanjutan,” jelasnya.

Diharapkan pengembangan sektor pariwisata khususnya kampung bahari dapat terwujud dan sudah saatnya pemerintah tidak berjalan sendiri dalam penyelesaian penanganan masalah-masalah yang terjadi sehingga penangannyapun bisa lebih maksimal dan menghasilkan rekomendasi untuk dipergunakan sebagai laporan dan bahan bagi pemerintah daerah dalam perumusan kebijakan.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Mursyidin menyampaikan materi tentang penyiapan pranata hukum, sosial, budaya, ekonomi dan keamanan dalam pembangunan kampung bahari. Ia menyebutkan Indonesia sebagai poros maritim dunia dari Sabang Sampai Merauke, dari Mianngas Sampai Pulau Rote. Garis pantai Indonesia mencapai 81.000 km, meliputi 17.000 pulau dan 5,8 juta km (70%) wilayah laut.

“Termasuk Simeulue merupakan daerah kepulauan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah terutama sektor laut dan pariwisata (kampung bahari). Adapun sistem pola nafkah masyarakat kampung bahari adalah disektor perikanan, baik itu budidaya perikanan maupun perikanan tangkap,” jelasnya

Namun demikian, ada permasalahan klasik yang dialami oleh masyarakat pesisir utamanya dalam hal sosial dan ekonomi seperti kekurangan gizi, pendapatan yang belum memadai, tingkat kesehatan, keterbatasan pendidikan, hunian yang tidak layak, pengelolaan sampah yang buruk,penurunan tanah, ancaman dalam kondisi pembangunan infrastruktur dan tantangan sosial lainnya.

lanjutnya, seiring berjalannya waktu jumlah nelayan berkurang, lunturnya jati diri bangsa maritim di kalangan pemuda dan belum efektif kerja sama dalam aspek pembangunan sosial antar sesama stakeholder terkait.

“Masalah-masalah seperti ini membutuhkan kerjasama antar semua sektor sehingga penyelesaiannya terstruktur dan terarah,” kata Doktor bidang Ilmu Sosiologi dan Antropologi ini.

Status Simeulue sebagai pulau terluar dan berhadapan langsung dengan samudra Hindia tentu memiliki tantangan dan ancaman tersendiri seperti hadirnya kekuatan militer negara-negara adidaya, munculnya pelaku kejahatan seperti penyelundupan dan perdagangan manusia, narkoba dan lain-lain.

Untuk itu diperlukan sinergitas panata sosial masyarakat maritim atau masyarakat pesisir dalam meningkatkan stabilitas keamanan terhadap pembangunan kampung bahari. Pranata sosial masyarakat maritim yang terlibat dalam menjaga stabilitas keamanan dan pembangunan masyarakat maritim, seperti Dinas Kelautan dan Perikakan, Satuan Pelaksana TNI Angkatan Laut (LANAL) dan Korps Kepolisian Air dan Udara (Korpolairud). Disamping itu juga adanya pranata sosial lembaga adat, seperti Panglima Laot Kabupaten /Kota dan Panglima Laot Lhok Kepala Pelabuhan (Syahbandar) baik pelabuhan kapal penyeberangan maupun pelabuhan pendaratan ikan /PPI.

Terakhir, Dr. Mursyidin mendorong pembangunan wisata kampung bahari dengan memanfaatkan potensi pengembangan wisata bahari sebagai aset dan pengembangan ekonomi masyarakat lokal.

“Pengembangan wisata bahari dan budaya tidak didominasi oleh pihak- pihak tertentu, tetapi diperlukan partisipasi aktif dari penduduk lokal. Upaya sosialisasi kepada penduduk lokal sebagai langkah awal, karena wisata budaya bahari mempunyai peluang keterlibatan penduduk lokal yang lebih besar dalam pengelolaannya,” pungkas Dr. Mursyidin. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

MEULABOHUTU | Universitas Teuku Umar (UTU) mengikuti kegiatan pembahasan usul penataan Organisasi dan Tata Kerja Perguruan Tinggi Negeri yang diadakan oleh Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

UTU berupaya untuk menyederhanakan birokrasi serta melakukan penataan organisasi dan tata kerja sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun 2021 Tentang Penyetaraan Jabatan Administrasi ke Jabatan Fungsional, dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penyederhanaan Struktur Organisasi pada Instansi Pemerintah untuk Penyederhanaan Birokrasi.

Penataan OTK bertujuan untuk menciptakan iklim organisasi yang lebih tertata secara sistematis, serta sebagai kelengkapan mekanisme sistem organisasi dengan berpedoman pada peraturan dan perundangan yang berlaku. Kegiatan Pembahasan Usul Penataan Organisasi dan Tata Kerja Perguruan Tinggi Negeri diadakan di Aston Imperial Bekasi Hotel & Conference Center, Jawa Barat pada tanggal 16 & 17 Juni 2023.

Hadir pada acara ini Plt. Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana Kemendikbudristek, Reni Parlina, S.Sos., M.Pd, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd, Tim Biro Ortala Kemendikbudristek, Tim Setditjen Dikti-Ristek Kemendikbudristek, dan Tim Penyusun Naskah Akademik UTU.

“Biro Ortala sudah melakukan telaah terhadap naskah akademik Universitas Teuku Umar dan Universitas Khairun,” kata Plt. Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana Kemendikbudristek, Reni Parlina, S.Sos., M.Pd.

“Ini merupakan pertama kalinya UTU mengusulkan penataan OTK. Telaah perlu dipahami dan diputuskan bersama antara Biro Ortala dengan UTU. Tentunya upaya menyamakan persepsi dan pendapat tidak cukup dilakukan dalam satu kali pertemuan dan diskusi.” jelasnya.

Hasil diskusi pembahasan ruang lingkup penataan organisasi selama 3 hari diantaranya :

• Perubahan nomenklatur Wakil Rektor Bidang Akademik menjadi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan menjadi Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum.

• Perubahan nomenklatur fakultas, Fakultas Ekonomi menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat menjadi Fakultas Ilmu Kesehatan. Saat ini menunggu surat persetujuan perubahan nomenklatur fakultas dari Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.

• Penambahan wakil dekan dan perubahan nomenklatur dan tugas wakil dekan. Yaitu penambahan Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni

• Penyederhanaan birokrasi pada unsur pelaksana administrasi.

• Perubahan nomenklatur dan penambahan unit penunjang akademik (UPA)

• Koreksi terkait isian data Naskah Akademik (untuk segera diperbaiki dan diusulkan Kembali ke Biro Ortala)

• Penataan susunan organisasi lembaga

• Pembentukan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran

• Perubahan nomenklatur dan tugas biro.

• Penyederhanaan unsur pelaksana administrasi pada biro, fakultas, dan lembaga

• Perubahan nomenklatur unit pelaksana teknis  (UPT) menjadi unit penunjang akademik (UPA)

• Perubahan nomenklatur dan penambahan UPA

MEULABOHUTU | Dalam sepekan terakhir, Universitas Teuku Umar bertubi-tubi mendapatkan khabar yang membahagiakan tentunya tentang prestasi yang diraih baik oleh dosen maupun mahasiswa. Teranyar, khabar tenyang lulusnya 19 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 bidang yang mendapatkan pendanaan dari Kemendikbudristek tahun 2023.

PKM merupakan ajang bergengsi yang diadakan oleh Kemendikbud Ristek. PKM diikuti oleh mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Pergutuan Tinggi Swasta (PTS) di seluruh Indonesia.

Atas keberhasilan para mahasiswa meningkatkan prestasinya tersebut tentu ada peran dosen yang membimbing, menuntun dan mengarahkan sehingga para mahasiswa mampu menyusun proposal mengikuti kaedah atau pedoman yang ditentukan oleh Dikti.

Berikut ini 11 dosen pembimbing yang telah berhasil mengantarkan 19 tim mahasiswa meraih pendanaan dari Kemendikbudristek, yaitu

1. Yuhdi Fahrimal, S.I.Kom., M.I.Kom yang berhasil membimbing 4 tim PKM dari berbagai Prodi yaitu Yusril Sahendra (Ilmu Komunikasi), Shinta Rizki Amanda (Ilmu Komunikasi), Nuri (Ilmu Komunikasi) dan Siti Arafah Carolina (Prodi Gizi).

2. Fazril Saputra, S.Kel., M.Si yang berhasil membimbing 3 tim PKM dari Prodi Akuakultur masing-masing yaitu Irna Martisa, Rafi Zahtul dan Indah Purnama Sari.

3. Afrizal Hendri, S.Pi., M.Si yang berhasil membimbing tiga  tim PKM yaitu dari Prodi Akuakultur atas nama Siti Halimah dan Aris Yusdi serta dari Prodi Perikanan atas nama Hermia Salfika.

4. Safrida, S.Sos., M.A.P dari Prodi Ilmu Administrasi Negara yang telah brhasil membimbing 2 tim PKM yaitu Anggraini Amelia dan Cut Annisa Fitriani.

5. Ir Meylis Safriani, ST., MT dari Prodi Teknik Sipil dengan ketua tim PKM Rifan Muliadi.

6. Yusran Ibrahim, S.Pi., M.Si dari Prodi Akuakultur dengan ketua tim PKM Arya Gading Harahap.

7. Adelina Irmayani Lubis, SKM., MKM dari Prodi Ilmu Gizi dengan ketua tim PKM Genta Abiem Alfarizi.

8. Danvil Nabela, SKM., MKM dari Prodi Kesehatan Masyarakat dengan ketua tim PKM Diah Anisah Syahfitri

9. Dr. Muhammad Jalil, S.P., M.P dari Prodi Agroteknologi dengan ketua tim PKM adalah Muetia Marsella.

10. Masykur, S.pd,. MT dari prodi Teknik Mesin dengan ketua tim PKM adalah Defri yansyah.

11. Alfian Anas S.E., M.Com, Ph.D dari prodi Manajemen dengan ketua tim PKM adalah Wanda Ramadhani

Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan dan Alumni  Universitas Teuku Umar, Ibrahim, SKM., M.NSc mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi kepada tim PKM yang berhasil lolos pendanaan. Selamat kepada para mahasiswa juga kepada para dosen yang aktif membimbing mahasiswa sehingga berhasil lulus PKM tahun 2023.

Pimpinan selalu mendukung perjuangan mahasiswa, dan semoga seluruh tim PKM UTU yang berhasil meraih pendanaan untuk lolos ke ajang PIMNAS kedepan. “Agar hal itu tercapai, seluruh tim PKM yang berhasil lolos harus segera mengatur strategi dengan dosen pembimbing sehingga seluruh program kerja dapat terlaksana dengan baik.” Harap Ibrahim

Sekali lagi kami pimpinan mengucapkan selamat kepada mahasiswa dan dosen pembimbing yang judul PKMnya lolos seleksi dan meraih pendanaan. Dan bagi mahasiswa yang judulnya belum lolos pendanaan jangan berkecil hati karena kalian secara tidak langsung telah memperoleh suatu kebanggaan yang luar biasa karena telah ambil bagian dalam perjuangan tim sehingga lolos seleksi internal dan berhasil submit ke sistem program PKM.

“Jangan berkecil hati, terus hasilkan karya dan inovasi sehingga tahun depan judul PKM yang dibuat dapat lolos pendanaan. Dan bagi mahasiswa yang lain jadikan prestasi kawan kalian ini menjadi dorongan atau motivasi untuk terus berkarya tidak hanya di PKM tapi juga di prestasi yang lain baik lokal, nasional dan internasional,” ujar Wakil Rektor III saat dihubungi tim Humas UTU.

Sementara itu, Korpus PKM Yarmaliza, SKM., M.Si menyampaikan pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah lanjutan untuk mendukung tim PKM UTU terutama menyangkut administrasi dan lain-lain.

“Support system sangat penting, maka dari itu pusat PKM akan segera membuat pertemuaan dengan seluruh tim PKM dan dosen pembimbing, agar pelaksanaan program PKM tidak terkendala di lapangan,” pungkasnya.  (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

MEULABOHUTU | Syahrul Saputra, Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar kembali menunjukkan kiprahnya dalam kompetisi Nasional. Prestasi gemilang ini datang dari Ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTIN) Faperta Fair III, yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Universitas Nadhlatul Wathan, Mataram pada 17 sampai 19 Juni 2023.

Pada kompetisi tersebut, mahasiswa bimbingan Ir. Zuriat, M.Si tersebut berhasil meraih Medali Emas, best presenter yaitu presentasi terbaik dari seluruh finalis yaitu sebanyak 50 finalis baik bidang soshum maupun saintek.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peraih medali emas dalam setiap bidang, kembali berkompetisi untuk memperebutkan Juara 1 sampai harapan 3. Dengan penuh semangat, kegigihan, dan kolaborasi, Syahrul berhasil meraih Juara Harapan 1, capaian tersebut sekaligus menambah pundi-pundi juara untuk Universitas Teuku Umar.

Prestasi ini disambut bangga Wakil Rektor bidang  Kemahasiswaan dan Alumni Ibrahim, SKM., M.NSc   pihaknya bersama jajaran sangat mengapresiasi torehan gemilang tersebut. Ia menilai capaian ini sangat mendukung Simkatmawa lembaga. Ibrahim berharap capaian tersebut dapat menjadi modal untuk terus berprestasi di kancah Nasional bahkan Internasional.

“Kami pimpinan sangat bangga atas torehan yang dicapai mahasiswa dari FPIK tersebut. Raihan Medali Emas ini sangat luar biasa, saya berharap mahasiswa yang bersangkutan bisa mengibarkan semangat juangnya untuk terus berprestasi di kancah Nasional bahkan Internasional. Saya juga berharap capaian ini dapat menjadi motivasi mahasiswa lain untuk ikut serta dalam berbagai kompetisi lainnya”, ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Syahrul Saputra menuturkan sangat bangga dapat menyumbangkan medali untuk fakultas, pasalnya ia bersama dosen pembimbing telah mempersiapkan lomba tersebut agar dapat memberikan yang terbaik. Syahrul menegaskan torehan ini menjadi modal besar untuk berkiprah di kompetisi berikutnya.

“Target kedepannya kami akan terus mencoba mengikuti perlombaan sejenis maupun lomba lainnya untuk terus menambah pengalaman dan wawasan. Selain itu kami akan mengembangkan produk ini sesuai dengan masukan ataupun saran yang sudah diberikan dewan juri”, pungkasnya. (Aduwina Pakeh / Humas UTU)

MEULABOHUTU | Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Teuku Umar, Ibrahim, SKM., M.NSc beserta rombongan melakukan Monev KKN-Kolaborasi PTN Aceh ke Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (17/6/2023).

Warek III yang turut didampingi Korpus KKN Teungku Nih Farisni, SKM., M.Kes ini mengunjungi sejumlah lokasi KKN-Kolaborasi di kecamatan Meureudu, diantaranya ke gampong Meunasah Balek, Rhieng Blang, Rhieng Krueng, Manyang Lancok, Beurawang, Manyang Cut, Pulo U, Bunot dan Kudrang.

Dalam monitoring dan evaluasi tersebut, kepada seluruh mahasiswa, Ibrahim berpesan bahwa yang terpenting dari kegiatan utama adalah mahasiswa mampu mengimplementasikan IPTEKS dan mengembangkan softskill dari disiplin ilmu yang digelutinya.

Kegiatan tambahan bertujuan untuk membudayakan komunikasi dan kolaborasi antarmahasiswa dari perguruan tinggi dan program studi yang berbeda serta meningkatkan kualitas berpikir kritis di tengah masyarakat. Mahasiswa diharapkan sebagai pusat edukasi dan informasi bagi masyarakat di daerah-daerah.

Di samping itu, Warek juga meninjau dan mengevaluasi program yang telah dijalankan oleh mahasiswa, termasuk kondisi mahasiswa di lapangan yang juga menjadi perhatian Warek III beserta rombongan.

Di lapangan, mahasiswa melakukan program benah desa dan pemberdayaan potensi desa apalagi momen ini dekat dengan peringatan hari raya Idul Adha dan HUT RI Ke-75.

Sebagai informasi KKN Kolaborasi PTN Se-Aceh Tahun 2023 diikuti oleh 5 Perguruan Tinggi, yaitu Universitas Teuku Umar (UTU), Universitas Syiah Kuala (USK), UIN Ar-Raniry, Universitas Malikussaleh (UNIMAL), Universitas Samudradan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, dengan dasar pelaksanaan adalah surat Rektor Universitas Syiah Kuala No. 1751/UN11/PM.00.01/2023 tentang Undangan keikutsertaan KKN Kolaborasi Tahun 2023, tanggal 12 April 2023.

KKN Kolaborasi Periode XXIII Tahun 2023 berlangsung di wilayah Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, dan Kabupaten Aceh Besar yang pelaksanaannya telah dimulai pada tanggal 26 Mei s.d 26 Juni 2023, yang diperkirakan berjumlah 3.000 orang peserta. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

MEULABOH, UTU – Universitas Teuku Umar mengirimkan delegasi mahasiswa untuk mengikuti ajang seleksi wawancara pemilihan Duta Bahasa Provinsi Aceh 2023 yanjg di pusatkan Balai Bahasa Provinsi Aceh di Banda Aceh, Rabu 14 Juni 2023.

Dalam kegiatan berupa seleksi wawancara tersebut diikuti oleh 5 orang perwakilan dari Duta Bahasa UTU yang terdiri dari 3 mahasiswa dan 2 mahasiswi. Para calon duta bahasa ini mengikuti seleksi wawancara terkait bidang literasi, wawasan kebahasaan dan sastra daerah Aceh, serta kepribadian.

Hasil seleksi wawancara diumumkan secara daring melalui laman Instagram @balaibahasa.aceh pada tanggal 15 Juni 2023. Dari 15 pasang calon Duta Bahasa Provinsi Aceh, diumumkan 10 pasang Finalis Duta Bahasa Aceh yang akan mengikuti masa karantina.

Dari 10 pasang yang lolos, 2 di antaranya mahasiswa Universitas Teuku Umar yang bernama Siti Arafah Carolina dan Maulana Rafinda. Keduanya akan mengikuti proses prakarantina mulai tanggal 21-23 Juni 2023 di Balai Bahasa Provinsi Aceh, karantina dan penobatan Duta Bahasa Provinsi Aceh pada tanggal 23-25 Juni 2023 di Hotel Ayani, Banda Aceh.

Pada masa prakarantina dan karantina nantinya para finalis Duta Bahasa akan mengikuti penyampaian materi, mengikuti tes UKBI, mempresentasikan krida program kebahasaan, dan ditutup dengan penobatan Duta Bahasa Provinsi Aceh 2023.

Untuk diketahui, kegiatan seleksi wawancara Duta Bahasa Provinsi Aceh diikuti dari berbagai perwakilan universitas di Aceh dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang atau 15 pasang. Para mahasiswa UTU menjadi satu-satunya perwakilan dari wilayah Barat-Selatan Aceh.  (Humas UTU)