MEULABOH – UTU | Dalam rangka mendorong peningkatan akuntabilitas Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) lingkup Universitas Teuku Umar, tim SAKIP UTU melakukan rapat evaluasi bersama jajaran pimpinan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Kegiatan dilaksanakan diruang rapat pimpinan, FISIP, GKT Lantai I, Jum’at (17/3/2023).
Rapat ini dihadiri Wakil Dekan II FISIP UTU, Phonna At-Thariq, SH., LLM selaku Ketua tim SAKIP Fakultas beserta anggota tim. Turut hadir juga SPMF dan Ketua Program Studi di lingkungan FISIP UTU. Adapun Tim SAKIP UTU terdiri dari Dara Angreka Soufyan, SP., M.Si, Teuku Hananda, Lc dan Triyanto, MA.
Dalam kesempatan tersebut tim SAKIP UTU memberikan sosialisasi bagaimana pentingnya keselarasan antara dokumen perencanaan melalui Perjanjian Kinerja dan laporan Capaian Kinerja.
Capaian Kinerja dilaporkan setiap tri wulan dengan sumber data dari kegiatan masing-masing prodi yang dikumpulkan oleh tim SAKIP FISIP. Tim SAKIP UTU juga menjelaskan bagaimana menggunakan template pelaporan Capaian Kinerja Tri Wulan (CKTW) sehingga data yang terkumpul mudah dibaca dan mudah dipahami.
Adapun langkah strategis SAKIP dalam menghadapi masalah yang sering kali ditemui dalam audit evaluasi kinerja di antaranya, Money Follow Program, E-government, Fokus kinerja bukan SPJ serta Stop Pemborosan Anggaran.
Dari langkah strategis atas ada pula tolak ukur lainnya dalam melakukan evaluasi yaitu Perjanjian Kinerja, Pengukuran Kinerja, Pengelolaan data Kinerja, Pelaporan Kinerja lalu Review evaluasi kinerja.
SAKIP juga memiliki peran dalam efektivitas pembangunan di antaranya: Memastikan anggaran di alokasikan untuk sasaran pembangunan, Memastikan sasaran/Prioritas Pembangunan menjadi fokus K/L/Pemda, Memastikan Pencapaian Kinerja telah di review dan di evaluasi serta memastikan terdapat perbaikan berkelanjutan untuk peningkatan kinerja.
Phoenna Ath Thariq dalam kesempatannya menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kegiatan Roadshow Tim SAKIP UTU dengan harapan capain kinerja FISIP kedepan dapat lebih meningkat dan dapat terlaporkan sesuai dengan harapan. (Humas UTU).
MEULABOH – UTU | Dalam rangka mengisi kegiatan di bulan suci Ramadhan 1444 H/ 2023 M, Pusat Pengembangan Pendidikan Agama Islam (P3AI) Universitas Teuku Umar akan menggelar safari subuh atau “Subuh Education”. Kegiatan yang bertema “Membumikan Ramadhan, Menggapai Ketaqwaan” dilaksanakan di pelataran Gedung Kuliah Terintegrasi (GKT), Kampus UTU, Alue Penyareng, Selasa (28/3/2023).
Subuh Education yang kelima kali ini akan diisi oleh Pendakwah dari Banda Aceh yang juga Guru Besar Ilmu Fiqih, UIN Ar-Raniry.
Rektor UTU, Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si mengapresiasi program Subuh Education yang diprakasai oleh P3AI UTU yang secara konsisten setiap tahunnya diselenggarakan.
“Kegiatan subuh education merupakan salah satu kegiatan yang bersifat pembinaan karakter bagi mahasiswa yang berbasis pada akhlaqul karimah dan cinta Alquran. Kegiatan seperti ini perlu kita dukung, apalagi ini momentum yang tepat, dibulan Suci Ramadhan, mensucikan diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.” Kata Rektor.
Kegiatan subuh education ini juga dapat meningkatkan keimanan dan memperkuat ukhuwah (persaudaraan) sesama mahasiswa, dosen dan pimpinan UTU, serta meningkatkan insan kampus pada nilai-nilai relegius dan membumikan ramadhan serta meraih ketaqwaan sebagaimana tema yang diangkat.
“Mengingat pentingnya kegiatan ini, kami mengajak seluruh civitas akademika, baik dosen, tendik maupun mahasiswa untuk mengikuti kegiatan subuh education,” pungkas Rektor Dr. Ishak Hasan.
Sementara itu Koordinator P3AI UTU, Tgk. Sulaiman Ali, ST., MT kepada media UTUNews mengabarkan, panitia telah mempersiapkan segala sesuatu untuk kelancaran pelaksanaan Subuh Education, besok pagi.
“Kegiatan nya dimulai dari pukul 04.30 WIB dengan rangkaiannya sahur bersama, shalat subuh berjamaah dan ceramah agama yang akan disampaikan oleh Guru Besar asal Aceh Jaya ini,” Jelas Tgk. Sulaiman
Lanjutnya, ia mengimbau para mahasiswa, khususnya yang mengikuti program pembinaan P3AI untuk mengikuti kegiatan ini. “Kami juga mengharapkan kehadiran bapak/Ibu Dosen dan tendik lingkup UTU, untuk sama-sama kita ramaikan dan sukseskan program subuh education ini.” Pungkas Sulaiman Ali. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).
MEULABOH – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) bersama 36 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Webinar bertema “Sektor Energi dan Perubahan Iklim: Isu dan Strategi Menuju Kampus Berkelanjutan” yang diselenggarakan oleh Tim Energi dan Perubahan Iklim UI GreenMetric (UIGM) pada Kamis, (16/3/2023) secara daring melalui Zoom Meeting.
Seminar yang dibuka oleh Ketua UIGM, Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Safitri, M.Sc, M.M dan Rektor Untirta, Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, ST, MT ini menghadirkan tiga pembicara utama, yakni Dr. Ir. Rijal Idrus, M.Sc (Kepala Pusat Studi Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin), Dessy Ariyanti, ST, MT, P.hD (Sekretaris SDGs Center Universitas Diponegoro) dan Suci Wulan Pawhestri, M.Sc (Ketua Tim Kampus Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan, UIN Raden Intan).
Pada webinar tersebut, dipaparkan bahwa konservasi dan efisiensi penggunaan energi memberikan kontribusi nyata terhadap mitigasi perubahan iklim dan pemanasan global. Sektor utama penyumbang emisi karbon terbesar pada saat ini adalah energi dan transportasi. Oleh karena itu, tindakan untuk mengurangi perubahan iklim harus dilakukan untuk mencegah atau memperlambat perubahan iklim dengan mengurangi emisi karbon, sebagaimana dituangkan dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC).
Indonesia sendiri memiliki tujuan net zero emission pada tahun 2060 dan sedang mempersiapkan langkah konkrit ke arah tersebut dengan mengimplementasikan 4 pilar menuju negara Net Zero Emission (NZE), yaitu meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan, meningkatkan elektrifikasi untuk semua sektor sehingga tidak lagi menggunakan BBM, mendistribusikan energi dari energi baru terbarukan ke pulau-pulau yang sangat membutuhkan, dan menerapkan penghematan dan efisiensi energi.
Terkait dengan efisiensi energi, Dessy Ariyanti mengatakan bahwa Undip mendukung Net Zero Emission 2060 dengan berkomitmen mencapai carbon neutrality melalui program-programnya yang sudah dimulai sejak tahun 2017. Sehingga Undip akan berada pada kondisi Surplus Carbon Stock pada tahun 2025.
Sementara itu, Ketua Tim Pengembangan Kampus Berkelanjut dan Berwawasan Lingkungan UIN Raden Intan, Suci Wulan Pawhestri menjelaskan, UIN Raden Intan Lampung juga menerapkan hemat energi di dalam kampusnya, seperti green building, smart building, peralatan hemat energi, dan energi terbarukan yaitu solar panel, wind turbine, dan bio bricket.
Sebagai informasi, UI GreenMetric (UIGM) sendiri merupakan inovasi Universitas Indonesia yang dikenal luas di dunia internasional sebagai pemeringkatan perguruan tinggi pertama di dunia berbasis komitmen tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup kampus. UI GreenMetric of World Universities telah mendunia dan banyak diikuti oleh perguruan tinggi di berbagai negara.
UTU termasuk salah satu kampus di Indonesia yang bergabung dengan UIGM sejak tahun 2020 dengan tujuan sebagai sparring partner dalam upaya mendesain kampus berkelanjutan. (Humas UTU).
MEULABOH, UTU – Mahasiswa Semester II Progam Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Teuku Umar (UTU) yang melakukan pendalaman materi jurnalistik pada Harian Serambi Indonesia (gelombang ke-2), diperkenalkan secara langsung proses cetak (koran dan cetak komersil lainnya) pada Harian Serambi Indonesia, Aceh Besar, Minggu, 8 Mei 2023.
Firdaus D, SE (Manajer Cetak Umum Harian Serambi Indonesia) memperkenalkan kepada mahasiswa mengikuti proses cetak dan produksi dengan sistem pengelolaan media yang terintegrasi di Newsroom dan Unit Percetakan Harian Serambi Indonesia. Selama di newsroom, mahasiswa dibahani untuk mengetahui seluk-beluk penerbitan koran (Serambi Indonesia, Prohaba dan cetak komersial lainnya), dan diperkenalkan juga portal online Serambinews.com, Radio Serambi FM, Serambi on TV, Kompas TV Aceh yang terintegrasi pada Harian Serambi Indonesia.
Firdaus juga mengharapkan kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi yang mengambil mata kuliah jurnalistik supaya gigih, tidak cepat patah semangat. “Anda-anda ini adalah calon jurnalis (wartawan)”, ujar Firdaus. Menjadi jurnalis juga harus memiliki sifat amanah. Kenapa harus amanah, karena jurnalis itu akan menyampaikan informasi kepada publik yang didalamnya tidak boleh ada dusta, tidak boleh ada rekayasa, tidak boleh ada kabar bohong (hoaks).
Firdaus menyampaikan, menjadi jurnalis itu harus berwawasan luas, memiliki karakter baik, dan harus memiliki keingintahuan yang besar. Jurnalis itu orang yang sangat peduli atas sebuah peristiwa karena si jurnalis itu harus mengidentifikasi suatu peristiwa. Kemudian, diserap semua informasi atau peristiwa tersebut yang selanjutnya diolah, dan diedit kemudian diceritakan kepada orang lain baik secara tulisan melalui publikasi media maupun secara lisan.
Firdaus menjelaskan, menulis harus memiliki kemauan yang terus diasah dengan cara berlatih dan mendapat apresiasi. In depth news dan investigative news bentuk praktik jurnalitik tertinggi bagi jurnalis dalam konsep penulisan 3W dan 4B. Dalam mengikuti perkembangan jurnalistik saat ini dan ke depan, seorang penulis (jurnalis) dituntut mampu menjabarkan konsep penulisan 3W dan 4B dalam memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat melalui publikasi media, sehingga masyarakat tidak hanya menerima informasi semata tetapi publik mampu mengambil manfaat dan bersikap atas informasi yang diterima.
Oleh karena itu, dalam tatanan dunia modern, praktik jurnalistik itu semakin menantang. Makin hari makin tinggi kualifikasi yang dibutuhkan. “Untuk itu, adik-adik mahasiswa ilmu komunikasi perlu membekali diri untuk menambah pengetahuan ekstra dari sekadar yang diajarkan di kampus,” kata Firdaus.
Dunia pers sekarang makin berkembang. Maka, teruslah belajar, perdalam ilmu jurnalistik di dalam maupun di luar kampus. “Karenanya, semua teori jurnalistik yang telah diajarkan di kampus oleh para dosen, hari ini kita duduk kembali mereview-nya apakah sudah sesuai atau tidak dengan kebutuhan dunia kerja. Jangan berkutat dengan teori saja”. (*)
MEULABOH – UTU | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar memberikan bantuan Sembako kepada Mahasiswa(i) Universitas Teuku Umar yang merayakan lebaran Idul Fitri 1444 H di kosan area Alue Penyareng, atau yang tidak mudik. Kegaitan tersebut dilakukan pada Senin 24 April 2023.
Kegaiatan ini turut didampigi oleh personil Polres Aceh Barat, dan sembako diberikan kepada mahasiswa dengan cara mengunjungi kost satu persatu. Disekitaran komplek perumahan ADB dan Perumnas alue penyareng, Meureubo. Hal ini diharapkan dapat mengobati rasa rindu terhadap orang tua dan kampung halaman.
Muhammad Ali Murthada, Gubernur Mahasiswa PEMA FISIP didampingi Ketua BEM FE UTU membagikan sembako untuk mahasiswa luar daerah yang tidak mudik dikarenakan waktu libur yang singkat dan Ekonomi yang tak memadai, seperti Papua, Kalimantan, Sulawesi, riau, dan Sumatera Utara.
“Ya kita bersama polres aceh barat memberikan bantuan sembako kepada mahasiswa (i) yang tidak mudik dikarenakan waktu libur yang singkat dan keuangan yang tidak memadai sehingga tidak mungkin pulang kampung halaman” ujar Ali Murthada
Anzek May Kambuaya salah satu mahasiswi yang berasal dari Papua Barat mengungkapkan terimakasih karena telah memberikan bantuan dan peduli kepada mereka sehingga mereka sedikit terobati rasa rindunya terhadap kampung halaman serta merasa meski dikampung orang tetapi masih banyak yang peduli dan sayang kepadanya.
“Terimakasih bapak kapolres dan abang-abang serta BEM jadi kami sedikit terobati rasa rindu kami sama kampung halaman dan merasa dipedulikan meski dikampung orang dan masih ada yang sayang sama kami” Ungkap May (Humas UTU).
MEULABOH – UTU | Banyak hal positif yang dilakukan sebuah komunitas saat bulan ramadan, baik pembagian takjil dijalanan, membagikan makanan saat sahur dan buka puasa dan ada pula berbagi bersama dengan anak-anak yatim piatu. Seperti yang dilakukan oleh komunitas sedekah koin (KSK) Universitas Teuku Umar.
Komunitas sedekah koin merupakan komunitas yang bergerak di bidang sosial dan memiliki program sosial setiap bulannya. KSK dibina oleh Afni Abdul Manan, S.E., M.Si yang merupakan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Teuku Umar. Sementara pengurusnya adalah mahasiswa UTU.
Pada Senin (10/4/2023), Komunitas Sedekah Koin menggelar santunan kepada anak yatim di gampong Gunong Kleng, Meureubo, Aceh Barat.
Kegiatan yang turut bekerjasama dengan BEM FE dan HIMMA UTU ini dihadiri Tokoh masyarakt dan pengurus Badan Penyantun Anak Yatim (BPAY) Gampong Gunong Kleng.
Dalam laporannya, Adi Wahyu selaku Ketua Panitia pelaksana menyebutkan pada kesempatan ini Komunitas Sedekah Koin sudah menyiapkan 20 paket sembako yang akan dibagikan kepada anak-anak yatim.
“Ada 20 anak yatim disekitar gampong Gunong Kleng yang ikut kegiatan santunan, dimana santunan tersebut berupa uang dan bingkisan. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut,” tutur Adi Wahyu
Lanjutnya, ini merupakan tahun kedua bagi kita melakukan kegiatan santunan anak yatim dari komunitas sedekah koin.
Ketua Komunitas Sedekah Koin, Elliza mengutarakan bahwa Santunan Anak Yatim merupakan wujud kontribusi KSK dalam sisi sosial bagi masyarakat sekitar Universitas Teuku Umar.
“Santunan ini dilaksanakan setiap bulan ramadan dan sudah menjadi agenda rutin,” ujar Elliza. Elliza juga berharap kedepan Komunitas Sedekah Koin dapat melaksanakan giat sosial lainnya agar lebih memiliki nilai manfaat.
“Semoga niat baik kami bisa tercapai kedepannya dan mempunyai manfaat bagi masyarakat sekitar,” Pungkas Elliza.
Sementara itu, Burhanis, M.Si selaku bendahara BPAY dan juga Ketua Pebangunan Masjid Nurul Hidayah Gampong Gunong Kleng mengapreasi terhadap kegiatan positif yang dilakukan oleh adinda-adinda mahasiswa UTU yang pastinya memberikan nilai tambah kepada masyarakat.
“Semoga kegiatan mulia ini berlanjut dan bermanfaat. Selamat berpuasa, bersainglah untuk sinergi menjadi yang terbaik fastabiqul khairat pertama dan utama untuk diri kita bersama, menjadi khairu ummah (umat yang terbaik),” tutup Dosen FPIK UTU ini. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).
MEULABOH – UTU | Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-2, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Green Agent Universitas Teuku Umar melakukan sosialisasi dan edukasi tentang diet sampah bersama masyarakat dan puluhan anak yatim di gampong Gunong Kleng, Senin 10 April 2023.
Selain itu, UKM Green Agent ikut juga aksi kepedulian sosial melalui sharing ilmu, memberikan santunan anak yatim dan ikut berbuka puasa bersama masyarakat dan anak yatim Masjid gampong setempat dengan mengusung tema “Ramadhan Beraksi Bersama GA Berbagi”.
Sehari sebelum kegiatan berlangsung, tepatnya pada hari minggu (9/4/2023) UKM Green Agent terlebih dahulu melakukan bersih-bersih di Masjid Nurul Hidayah, Gunong Kleng. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menumbuhkan rasa kepedulian serta cinta akan kebersihan lingkungan.
Ulfa Destari selaku ketua panitia kegiatan dalam laporannya mengatakan dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan dan sesama.
Saat melakukan pembersihan dan gotong royong di Masjid Nurul Hidayah oleh para anggota UKM Green Agent UTU, kami merasa sangat berguna dan bangga bisa menjadi bagian dalam menjaga kebersihan Masjid yang merupakan lingkungan kita bersama.
Ulfa menyebutkan sosialisasi dan edukasi diet sampah untuk anak-anak yatim agar mereka lebih peka dan sadar terhadap literasi lingkungannya. “Harapan kita agar semakin banyak orang-orang yang berani dan memulai untuk melakukan kegiatan menebar kebaikan dan semoga kegiatan ini menjadikan keberkahan bagi UKM Green Agent UTU itu sendiri di umur yang kedua tahun ini”. Pungkasnya
Sementara itu, Arfah Husna, SKM., MKM selaku penanggung jawab kegiatan sekaligus Pembina UKM Green Agent UTU menyebutkan, aksi sosial ini bagian dari upaya kampanye sosial yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa yang tergabung dalam UKM Green Agent.
“Small act big impact… big impact nya terutama buat anggota UKM Green Agent UTU, bagaimana dengan aksi kecil bisa menebarkan kebaikan dan kebahagian di bulan Ramadhan dan pada akhirnya membuat anak-anak Ibu di Green Agent menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya” ujarnya. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).
MEULABOH, UTU – Para dosen dari semua fakultas lingkup Universitas Teuku Umar (UTU) melakukan diskusi tentang pemahaman penilaian angka kredit, ketentuan baru bagi setiap sivitas akademika. Diskusi yang bertajuk “Sosialisasi Kebijakan Penyelesaian Penilaian Angka Kredit Dosen Sesuai PermenPANRB No. 1 Tahun 2023 Tentang Jabatan Fungsional”, berlangsung secara daring, Rabu, 12 April 2023.
Narasumber sosialisasi adalah Meidi Saputra, ST.,MT (Tim PAK Universitas Teuku Umar) dan Teuku Hananda, Lc.,MA (Koordinator Kepegawaian UTU). Dalam diskusi dan tanya jawab berlansung penuh antusias, apalagi terkait dengan aturan baru tentang penilaian angka kredit dosen.
Dalam diskusi tersebut, Meidi Saputra antara lain menjelaskan, PermenPANRB No. 1 Tahun 2023 tentang jabatan fungsional dosen sesuai ketentuan Pasal 58 ayat (1) dan (2) menyebutkan, ayat (1) pada saat peraturan Menteri ini mulai berlaku, hasil kerja pejabat fungsional yang dilaksanakan sampai dengan 31 Desember 2022, tetap dinilai angka kreditnya berdasarkan peraturan Menteri yang mengatur mengenai Jafung masing-masing. Sedangkan pada (2), proses penilaian angka kredit terhadap hasil kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan paling lambat 30 Juni 2023.
Dijelaskan, pedoman pengakuan hasil penilaian angka kredit dosen mengacu pada PermenPANRB No.17 jo 46 Tahun 2013 tentang jabatan akademik dosen dan PO PAK Dosen Tahun 2019 dan suplemennya, berlaku bagi dosen di lingkungan Ditjen Diktiristek, Diksi, dan PT-KL. “Pedoman ini mengutamakan prinsip kepercayaan kepada Pemimpin PTN/LL.Dikti/PT-KL untuk dapat melaksanakan penilaian hasil kerja dosen yang telah diperoleh hingga 31 Desember 2022”, ujar Meidi Saputra yang juga Ketua Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik-Universitas Teuku Umar (UTU).
Dalam kesempatan itu, diuraikan juga alasannya, karena terbatasnya waktu penilaian, hasil kerja hingga 30 Juni 2022, maka diatur mekanisme pengakuan hasil penilaian angka kredit dosen, bersumber pada basis data dari sistem informasi Kemendikbudristek dan sistem informasi lainnya yang valid, diantaranya PD Dikti, Sister, Sinta, LL.Dikti, Bima dan SIM PTN/PTS/PT-KL, dengan prinsip adil, objektif, akuntabel, transparan dan otonom serta penjaminan mutu. (***)
MEULABOH, UTU – Tiga Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP-Universitas Teuku Umar (UTU) melakukan riset terhadap remaja yang mengalami retardasi mental di Kabupaten Aceh Barat. Dosen yang melakukan penelitian tersebut adalah Muzakkir, Said Fadhlain dan Iwan Doa Sempena.
Hasil riset tersebut, Rabu, 12 April 2023, telah diseminarkan di depan reviewer, Prof. Badaruddin, dan Prof. Irvan dari Universitas Sumatera Utara (USU). Sebelumnya, hasil riset dan kajian terhadap remaja retardasi mental tersebut telah dipublis pada “Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Volume 3, Nomor 3, November 2022, Halaman: 186-200. Link: https://journal.ar-raniry.ac.id/index.php/jsai/article/view/2107
Dalam seminar yang dilakukan oleh LPPM UTU, peneliti memaparkan, dari hasil survei di Kabupaten Aceh Barat, dipereloh informasi terdapat remaja retardasi mental seperti di Kecamatan Johan Pahlawan, Kecamatan Meureubo, Kecamatan Kaway XIV dan di beberapa desa lainnya dalam kecamatan berbeda di kabupaten yang sama. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah: 1). Penyebab terjadinya retardasi mental terhadap remaja dan sikap orang tua dalam merawat, mendidik dan mengawasinya, 2). Kendala yang dihadapi orang tua sehari-hari merawat dalam pengembangan anaknya, 3). Strategi yang dilakukan orang tua dan perhatian pemerintah dalam pengembangan remaja retardasi mental, termasuk kelanjutan pendidikan.
Pola asuh orang tua dalam merawat anak penyandang retardasi mental terutama dalam hal pembentukan karakter anak, seringkali orang tua kurang memahami kondisi anaknya yang sedang menderita gangguan mental. Untuk sementara menunjukkan, hampir sebagian besar orang tua memiliki pola asuh bersifat permisif. Hal ini berkaitan erat dengan latar belakang kehidupan dan pendidikan orang tua. Penerapan pola asuh permisif memberikan gambaran bahwa orang tua cenderung memberi kebebasan pada anak dan tidak menuntut.
Fenomena dalam masyarakat, masih banyak orang tua khususnya ibu yang menolak kehadiran anak yang tidak normal, karena malu mempunyai anak yang cacat. Orang tua yang demikian akan cenderung menyangkal keberadaan anaknya dengan menyembunyikan anak tersebut agar jangan sampai diketahui oleh orang lain. Tindakan orang tua seperti ini akan memperparah keadaan remaja yang mengalami retardasi mental. Anak dan remaja yang mengalami retardasi mental perlu perhatian, sentuhan dan pendidikan khusus untuk membantu perkembangan intelektual.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang penderita retardasi mental yang ada di Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh. Adapun yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini adalah bagaimana kehidupan penyandang retardasi mental dan apa penyebabnya, serta bagaimana sikap orang tua dalam menghadapi penderita retardasi mental tersebut.
Muhammad Maulana, warga Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh adalah potret penyandang retardasi mental. Selain Muhammad Maulana, ada Misdar, Sulaiman dan Zulhijjah. “Muhammad Maulana termasuk salah seorang remaja korban KDRT dan sekarang sekolah di SDLB Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Maulana trauma atas sikap orangtuanya sehingga dirinya mengalami gangguan mental (retardasi). Walaupun lambat, namun Maulana dapat memperoleh ketrampilan praktis di sekolah”, kata salah seorang pengasuhnya, saat bincang-bincang dengan peneliti.
Riset ini membuktikan bahwa retardasi mental juga disebabkan oleh suatu proses sosial yang terjadi di dalam keluarga. Pola asuh yang tidak mengedepankan komunikasi psikologis yang baik dan tindakan kekerasan dalam rumah tangga telah menjadi salah satu penyebab terjadinya retardasi mental pada anak. Oleh karena itu, proses sosial yang terjadi dalam keluarga dan masyarakat perlu mendapatkan perhatian oleh orang tua dan pihak-pihak terkait agar retardasi mental pada anak dapat dihindari, dan yang juga tidak kalah penting adalah proses sosial yang berupa pola asuh dengan pendekatan psikologi komunikasi perlu dijadikan sebagai salah satu pendekatan untuk mengatasi retardasi mental yang telah terjadi di dalam keluarga. Dalam konteks ini, tanggung jawab pencegahan tentunya tidak hanya berada pada sisi orang tua, tetapi juga pada lembaga-lembaga sosial yang ada dalam masyarakat seperti lembaga pendidikan hingga pemerintah. Lembaga tersebut harus mampu menciptakan dunia sosial anak yang bebas dari praktik bullying dan aspek negatif lainnya. (***)
MEULABOH, UTU – Hingga April 2023, luaran publikasi pada jurnal hasil penelitian dan pengabdian hibah internal Universitas Teuku Umar (UTU) dinilai mengalami kemajuan. Kepada dosen yang melakukan penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menggunakan dana hibah internal UTU tahun 2022, hasilnya wajib di publis pada jurnal Terindeks Scopus, Jurnal Internasional dan minimal Jurnal Terindeks Sinta-4. “Publikasi di Jurnal harus sesuai dengan yang dijanjikan pada saat mengajukan proposal hibah”, ungkap Herdi Susanto.
Hingga April 2023 ini, sekitar 40 persen hasil penelitian dan pengabdian hibah internal UTU tahun 2022, sudah ada luaran publikasi pada jurnal. “Ini termasuk ada kemajuan, karena batas waktu Submit Desember 2022. Dalam tahun 2023 ini, semua dosen peneliti dan pengabdi yang menggunakan dana hibah internal PNBP UTU tahun anggaran 2022, sudah harus ada luarannya. Jika belum ada luaran, akan diberikan sanksi”, ujar Sekretaris LPPM-PM UTU, Herdi Susanto, ST.,MT.
LPPM-PM Universitas Teuku Umar (UTU) telah melaksanakan seminar akhir penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) hibah internal UTU tahun 2022. Seminar akhir dilaksanakan secara offline di Aula Gedung Terintegrasi UTU, Senin, 10 April 2023.
Herdi Susanto, ST.,MT menjelaskan, seminar akhir hibah internal yang berlangsung tiga hari, Senin-Rabu (10-12 April 2023) diikuti oleh para dosen peneliti dan pengabdi UTU. Sebagai narasumber/reviewer adalah Prof. Dr. Badaruddin, M.Si (Bidang Sosial dan Humaniora), dan Prof. Dr. Eng. Ir. Irvan, M. Si (Bidang Eksakta). Kedua reviewer tersebut adalah Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU).
Dijelaskan, skema penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diseminarkan adalah Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, Guru Besar, Penelitian Penugasan, Pengabdian Penugasan, dan Pengabdian Berbasis Riset.
Jumlah peserta seminar, baik penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat mencapi 94 orang, yang terdiri dari Asisten Ahli 27 orang, Lektor sebanyak 13 orang, Lektor Kepala sebanyak 11 orang, Guru Besar 3 orang, Pengabdian Berbasis Riset 11 orang, Penelitian Penugasan 26 orang, Pengabdian Penugasan sebanyak 3 orang.
Peneliti dan pengabdi menyampaikan laporan hasil akhir secara langsung di depan reviewer. Selain menyampaikan laporan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, peneliti dan penbadi juga diminta membuat poster dan stand banner hasil penelitain dan pengabdia kepada LPPM dalam ukuran 60 cm x 160 cm, sebanyak satu rangkap. (***)
