MEULABOHUTU |Ratusan mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) yang tertarik melanjutkan studi ke luar negeri tampak antusias mendengarkan pemaparan informasi di acara Sharing Session Studying in 3 Continents. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Cut Nyak Dhien, Gedung Kuliah Terintegrasi, Kampus UTU, Senin (4/3/2024).

UTU melalui Center of International Affairs (CIA)  menjembatani kegiatan tersebut, agar minat kuliah ke luar negeri. Korpus CIA UTU Refanja Rahmatillah, M.App.Ling, meminta mahasiswa UTU yang menaruh minat, untuk mempersiapkan rencana studi dan mempelajari trik. CIA siap membantu semaksimal mungkin.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua LPPM PMP yang diwakili Sekretaris LPPM PMP Heri Darsan, S.T., M.T. Dalam sambutannya, Heri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan bagus bagi mahasiswa dan pihak yang ingin melanjutkan kuliah di universitas-universitas terbaik di 3 Benua.

Ketika kita mendengar kata studi ke 3 benua, hal-hal yang akan terlintas dalam pikiran kita adalah kesempatan mengunjungi Negara-negara maju dengan perkembangan peradaban pendidikan yang luar biasa dengan kampus-kampus hebat dan terkemuka. Untuk itulah, dirinya mengharapkan untuk memanfaatkan kesempatan kegiatan ini sebaik mungkin.

“Ini adalah kesempatan yang baik untuk menghubungkan pendidikan luar negara  dengan UTU. Tentu saja, ini adalah koneksi yang bisa memberikan banyak manfaat”, ucapnya.

Kegiatan shering session ini menghadirkan tiga narasumber mewakili alumni dari 3 kampus hebat dari 3 benua berbeda, yaitu Ana Fitria, S.E., M.Sc., RSA (Alumni University of Salford, United Kingdom) yang kini sebagai Dosen di Fakultas Ekonomi UIN Ar-Raniry.

Berikutnya Sabrina, S.Pd., M. AppLing., M.Tran, Alumni University of New South Wales, Austria (Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Serambi Mekkah) dan Siti Aminah, S.IP., M.MLS (Central China Normal University, China) selaku Direktur International Scholarship Partner, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Kegiatan Sharing Session Studying in 3 Continents yang dimoderatori oleh Tamitha Intasaar Husein, S.E., M.B.A ini bertujuan untuk membuka jalan dan memberikan informasi-informasi penting bagi mahasiswa-mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah di Negara-negara dari 3 Benua untuk jenjang yang bervariasi, S1, S2, ataupun S3. (Aduwina Pakeh / Zulfikar).

MEULABOHUTU | Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Teuku Umar mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan dokumen akreditasi FKM sebagai upaya peningkatan mutu program studi melalui sistem akreditasi 9 kriteria. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, 3-4 Maret 2024 di The Pade Hotel, Banda Aceh.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Rektor Prof Dr Ishak Hasan, M.Si, turut hadir Wakil Rektor I Dr Ir. M Aman Yaman, M.Agtic.Sc, Dekan FKM Dr. T.Alamsyah SKM. MPH, para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi, tenaga kependidikan dan Tim penyusun borang.

Sebelumnya, tim yang terlibat dalam penyusunan borang ini telah mengidentifikasi, mendokumentasikan dan memfinalisasi setiap aspek kinerja lembaga, termasuk kebijakan, prosedur, dan pencapaian agar terciptanya draft borang akreditasi yang diharapkan.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini ditujukan guna memberikan pendampingan dalam penyusunan/penyiapan borang akreditasi program studi lebih awal dengan mendatangkan narasumber Dr. Bachtiar dari Universitas Syiah Kuala sehingga target untuk bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya bisa tercapai.

“Harapan kita dengan upaya melakukan persiapan lebih awal, maka cita-cita untuk Reakreditasi yang lebih baik lagi setahap demi setahap bisa terpenuhi”, jelas Prof Ishak Hasan dalam sambutan pembukanya.

Rektor menyatakan dalam beberapa tahun terakhir UTU terus berupaya mengembangkan dan meningkatkan secara massif berbagai instrumen guna menciptakan iklim akademik dan non-akademik yang bermutu misalnya peningkatan sertifikat ISO, peningkatan budaya mutu, penggunaan dan sosialisasi SOP sebagai dasar pelaksanaan kegiatan dan internasionalisasi kegiatan kelembagaan.

“Dalam rangka Reakreditasi ini, kita telah melakukan berbagai pengembangan instrument dan meletakkan dasar-dasar kebijakan strategis selama dua tahun terakhir”, tegas Rektor

Kemudian untuk mendukung dan menjamin kualitas berbagai layanan atau upaya yang telah dilakukan selalu disertai oleh evaluasi secara berkala untuk memberikan layanan yang lebih baik. Sehingga menghasilkan mutu lulusan yang sesuai dengan visi kelembagaan yaitu mahasiswa yang religius, kompetitif, dan kolaboratif. (Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Kurikulum Program Studi Kesehatan Masyarakat mewajibkan mahasiswanya mengambil Praktek Belajar Lapangan (PBL) yang dilaksanakan setiap tahun pada semester Ganjil dan semester Genap. Pada tahun ini pelaksanaannya telah dilakukan selama tiga pekan untuk mahasiswa berada di lapangan atau luar kampus.

Pelaksanaan kegiatan PBL kali ini dilakukan secara serentak antara PBL I dan PBL II mulai dari tanggal 8 s.d 27 januari 2024 dengan lokasi prakteknya yang berbeda yaitu di puskesmas sebagai lokasi PBL I dan di Desa atau Gampong sebagai Lokasi PBL II yang ada di wilayah kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Nagan Raya.

Selama dilokasi PBL mahasiswa mendapatkan data untuk kemudian dianalisis secara teknis dan menemukan permasalahan untuk kemudian dibuat perencanaan dan di intervensi guna memecahkan permasalah Kesehatan Masyarakat.

Setelah mahsiswa peserta PBL melakukan semua kegiatan selanjutnya pada hari Rabu tanggal 28 Februari 2024 mereka melakukan seminar hasil pelaksanaan PBL dari lokasi masing-masing untuk mempresentasikan kegiatan yang selama ini sudah dilakukan secara sistematis sesuai dengan ilmu dan teori selama ini yang di dapatkan dari kampus.

Pada kegiatan ini ketua Prodi Kesehatan Masyarakat FKM UTU Maiza Duana, SKM., M.Kes dalam sambutan nya menyampaikan harapan semoga dengan PBL ini dapat meningkatkan ilmu dan skil mahasiswa yang telah memperoleh ilmu langsung di lapangan dalam Praktek Belajar Lapangan.

Dekan FKM Dr. T. Alamsyah, SKM., MPH. dalam sambutan nya juga menyampaikan kegiatan PBL ini merupakan suatu proses akademik yang merupakan pembelajaran dilapangan dimana selama ini mahasiswa telah mendapatkan pengetahuan dasar belajar dikelas dan dilapangan berbeda hasilnya dan banyak terdapat beberapa permasalahan yang diluar dari teori dan perencanaan kita.

Harapannya kedepan mahasiswa terus banyak melakukan survey permasalahan Kesehatan Masyarakat agar dapat melakukan intervensi yang banyak terhadap permasalahan Kesehatan yang ada dimasyarakat.

Adapun kegiatan seminiar hasil PBL ini juga dihadiri oleh supervisor/pembimbing lapangan dari lokasi dan dosen pembimbing lapangan. Peserta PBL I berjumlah 165 mahasiswa dan Peserta PBL II berjumlah 174 mahasiswa. Pelaksaan kegiatan seminar hasil dilaksanakan 2 sesi yaitu PBL I dilaksanakan pada sesi 1 Pagi Hari dan PBL II dlaksanakn pad asesi 2 siang ahari sampai dengan selesai.

Dalam melakukan seminar hasil juga dilakukan penilai terhadap masing-masing kelompok yaitu penilaian Poster PBL, Video kegiatan PBL dan presenter terbaik laporan PBL kelompok, sebagai reward kelompok yang menjadi pemenangnya diberikan sertifikat penghargaan. Tutur Jun Musnadi Is, SKM., M.Kes selaku ketua panitia PBL Prodi Kesmas FKM UTU. (Humas UTU).

MEULABOHUTU | Dalam upaya meningkatkan kualitas penelitian dan pengembangan ide-ide kreatif mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Program Studi Sumber Daya Akuatik (Himassa) Universitas Teuku Umar menggelar pelatihan penulisan proposal Program Pengembangan Kepemimpinan Organisasi Mahasiswa (PPK ORMAWA) dan Program Pengembangan Usaha bagi Mahasiswa (P2MW) 2024. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (3/3/2024) di Gedung kuliah Terintegrasi, Kampus UTU.

Pelatihan ini mengundang narasumber yaitu Syahrul Muharam (peraih prestasi di bidang PPK ormawa dan P2MW tahun 2023) dan turut dihadiri oleh sejumlah dosen dan mahasiswa dari Prodi SDA. Para mahasiswa hadir dengan semangat tinggi untuk mendapatkan panduan dan keterampilan yang diperlukan dalam menyusun proposal yang berkualitas.

Dalam sambutannya, Ketua Prodi SDA, Heriansyah, M.Si yang diwakili Roni Arif Munandar, S.Kel., M.Si selaku Pembina Himassa UTU menyampaikan betapa pentingnya peningkatan keterampilan dalam menyusun proposal sebagai langkah awal menuju penelitian dan proyek yang bermutu. “Kami berharap melalui pelatihan ini, para mahasiswa dapat lebih aktif dalam mengembangkan ide-ide kreatif dan meningkatkan kualitas penelitian yang dilakukan di lingkungan kampus,” kata Roni Arif Munandar

Lanjut Roni, dari program ini diharapkan dapat memberi pemahaman dari aspek yang berbeda, jika biasanya penyusunan proposal hanya melibatkan mahasiswa dan dosen pembimbing, kami mencoba melibatkan pemenang dari kegiatan tersebut untuk sharing dan memberikan tips dan trik serta motivasi kepada mahasiswa kami agar dapat mencapai prestasi serupa, bahkan lebih baik.

Pelatihan dilaksanakan secara intensif dengan materi yang disajikan meliputi tahapan penyusunan proposal, peraturan dan tata cara pengajuan proposal, serta teknik penulisan yang efektif. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya langsung kepada narasumber yang ahli di bidangnya.

Salah seorang mahasiswa peserta pelatihan, menyatakan kegembiraannya atas inisiatif Himassa dalam melibatkan mahasiswa dalam kegiatan ini. “Pelatihan ini memberikan wawasan baru dan memperbaharui pengetahuan kami terkait tata cara penyusunan proposal yang baik dan benar,” ucapnya

Diharapkan, melalui pelatihan ini, baik dosen maupun mahasiswa Prodi SDA  dapat lebih siap dan percaya diri dalam menyusun proposal-proposal yang memiliki dampak positif di bidang penelitian, kreativitas, dan kepemimpinan organisasi mahasiswa. Semangat riset dan pengembangan diharapkan semakin terus tumbuh di seluruh lingkungan akademis Universitas Teuku Umar. (Humas UTU).

MEULABOHUTU | Universitas Teuku Umar melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bidang pendidikan dengan Universitas Dharmawansa dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang Banda Aceh. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing mutu dan kualitas pendidikan di Aceh.

Secara bersamaan, Rektor UTU juga menandatangani kerjasama dengan PT Pegadaian Syariah Persero Aceh dan BPJS Kesehatan Cabang Aceh Barat, pada Selasa (27/2/2024).

Kesepakatan ini ditandatangani oleh Rektor UTU Prof Dr Ishak Hasan, M.Si bersama Rektor Universitas Dharmawansa Medan, Dr. H. Zamaksyafi bin Hasballah Thaib, Lc.M.A, Ketua STIES Banda Aceh Banta Karollah, S.E.,M.S.M, Vice President PT. Pegadaian Rahmat Hidayat dan Kepala Cabang BPJS Aceh Barat Apt. Manna, S.Si, MPH, AAK.

Dilanjutkan penandatangan SPK antara Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi UniversitasTeuku Umar dengan BPJS
Kesehatan Kabupaten Aceh Barat.

Rektor UTU Prof Ishak Hasan mengatakan bahwa lahirnya kesepakatan ini sebagai wujud momen penting dan strategis yang sangat diharapkan demi tercapainya peningkatan kualitas pendidikan yang lebih baik.

“Kita semua bersyukur, penandatanganan MoU hari ini dapat dilaksanakan secara serentak disini, sebagai salah satu Universitas yang dibanggakan di Aceh. Sesungguhnya semua ini adalah qudrah dan iradah Allah, dan tentunya atas kebaikan dan kesediaan bapak ibu pimpinan instansi yang bersedia meluangkan waktu untuk bertandang ke Universitas Teuku Umar.

Prof Ishak Hasan mengatakan bahwa kerjasama ini penting untuk saling memberi dukungan antara sesama perguruan tinggi dan juga dengan dunia industri guna bersinergi untuk memberi dampak positif bagi pembangunan ekonomi dan sumberdaya manusia di Aceh.

Universitas Teuku Umar, kata Prof Ishak Hasan terus berkomitmen untuk memberikan menyelenggarakan pendidikan berkualitas sebagaimana cita-cita para leluhur pendiri dan pencetus lahir kampus UTU. Salah satunya lewat pemberian beasiswa dan membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, saat ini lebih dari 60 persen mahasiswa yang kuliah di UTU berasal dari masyarakat ekonomi lemah.

Rektor juga berterimakasih dan menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Rektor Universitas Dharmawangsa, Ketua STIES, Ketua BPJS, dan ketua Pegadaian Meulaboh serta jajarannya yang telah berkenan menyambut baik Kerjasama ini serta menyiapkan segala sesuatu sehingga dapat terwujud nota kesepakatan.

Harapannya, kerjasama ini dapat terimplementasi secara konkrit dan dapat dirasakan manfaatnya di lingkungan pendidikan. “Kita ingin pendidikan di Aceh semakin maju, dan upaya ini adalah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut,” katanya. (Aduwina Pakeh/ Humas UTU)

MEULABOHUTU | Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar (BEM FPIK UTU) menyelenggarakan workshop bertemakan “Strategi Meraih Beasiswa di Dalam dan Luar Negeri” bersama narasumber Dr. Munandar, S.Kel., M.Sc. Beliau merupakan peraih beasiswa Pemerintah Aceh di Deakin University, Pemerintahan Taiwan di National Taiwan Ocean University dan National Sun-yat Sen University.

Acara berlangsung pada Kamis, 29 Februari 2024 di ruang Aula Malahayati Universitas Teuku Umar. Kegiatan ini turut dihadiri oleh mahasiswa dan alumni dari enam fakultas yang ada di Universitas Teuku Umar.

Adapun tujuan dari workshop ini adalah untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa dan alumni tentang strategi dalam memperoleh beasiswa baik di dalam maupun luar negeri.

Di harapkan melalui kegiatan dapat memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh mahasiswa untuk bisa mendapatkan beasiswa dan dapat melanjutkan studinya.

Al Yaqin selaku ketua umum BEM FPIK UTU dalam sambutannya menyampaikan kunci untuk meraih beasiswa diantaranya harus percaya diri, tekun untuk belajar, melatih soft skill bahasa asing seperti bahasa inggris, mengikuti organisasi internal dan eksternal kampus dan tidak lupa usaha dan doa, seperti yang dikatakan narasumber saat acara tersebut.

Dr. Munandar dalam kesempatannya memberikan materi mengenai beasiswa dalam negeri seperti LPDP terlebih kiat-kiat untuk meraih beasiswa di luar negeri.

Diantaranya penjelasan secara umum jenis-jenis beasiswa, dan yang paling utama adalah tips dan trik untuk meraihnya. Tidak hanya memberikan materi saja, tetapi ia juga menceritakan kehidupan kuliah di luar negeri khususnya di Australia dan Taiwan. Dimulai dari kebiasaan warga dan mahasiswa disana, mencari makanan halal, hingga bersosial dengan lingkungan sekitar.

“Mudah-mudahan mahasiswa UTU yang ingin melanjutkan kuliah kejenjang yang lebih tinggi, bisa meraih beasiswa studi lanjut baik di dalam maupun di luar negeri. Tetap semangat, jangan lelah melatih soft skill, dan tentunya selalu berdoa serahkan semuanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.” tutupnya. (Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Dalam upaya meningkatkan sinergi antara Koordinator Pusat Kelembagaan lingkup Universitas Teuku Umar sebagai pilar penting dalam mengelola kegiatan bersama LPPM PMP Universitas Teuku Umar, maka diadakan “Rapat Koordinasi Rencana Aksi Kegiatan 2024 dengan Koordinator Pusat” pada Rabu, 28 Februari 2024.

Rakor tersebut dipimpin oleh Ketua LPPM PMP UTU Ir. Yuliatul Muslimah, M.P yang turut didampingi Sekretaris LPPM PMP Heri Darsan, ST., MT. Dalam kesempatan tersebut Heri Darsan yang memandu jalannya rapat memaparkan alokasi anggaran dari masing-masing korpus yang telah disepakati.

“Kami berharap bapak/ibu Korpus yang telah menyusun program kerja dan telah disepakati alokasi anggaran untuk tahun 2024 untuk dapat segera menyusun jadwal rencana aksi sehingga seluruh kegiatan Korpus dapat dikoordinasikan dengan baik dan kegiatannya lancar,” Kata Heri

Lebih lanjut Heri mengatakan, dalam pelaksanaan program kerja pusat kelembagaan, nantinya akan dibantu dan di back up oleh staf di LPPM PMP. “Yang penting bapak ibu dapat memberikan informasi lebih awal terkait pelaksanaan program kegiatan bapak/ibu, sehingga tim kita dapat mensupport secara maksimal,” Kata Heri Darsan

Pada kesempatan ini, Ketua LPPM PMP Ir. Yuliatul Muslimah, M.P mengajak seluruh korpus untuk bekerjasama sesuai dengan tupoksi masing-masing. “Kami dari LPPM PMP UTU yang diberikan mandat untuk mengkoordinir bapak/ibu korpus dan pusat studi akan memberikan support penuh terhadap kerja-kerja lembaga yang tentunya untuk memajukan Universitas Teuku Umar,” kata Ir. Yuliatul Muslimah

Untuk diketahui, LPPM PMP merupakan lembaga pelaksana program penelitian dan pengabdian dan juga bertugas membantu mengkoordinasi pelaksanaan tridarma dan meningkatkan mutu. Untuk itu, Rektor senantiasa mendorong lembaga ini mengambil peran penting dalam mewujudkan visi misi UTU sebagai sumber inspirasi dan referensi dalam bidang agro and marine industri. (Aduwina Pakeh / Zulfikar)

MEULABOH – UTU | Rektor Universitas Teuku Umar Prof. Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si melantik 6 pejabat baru di lingkup UTU yang meliputi Sekretaris Lembaga, Koordinator Prodi S2, Koordinator Pusat Kelembagaan dan Sekretaris Prodi. Pelantikan tersebut berlangsung di Aula Cut Nyak Dhien, Gedung Kuliah Terintegrasi, Kampus UTU, Selasa (27/02/2024).

Adapun para pejabat yang dilantik adalah Heri Darsan, ST., M.T sebagai Sekretaris LPPM PMP, Dr. Aglis Andhita Hatmawan, S.E., M.M sebagai Koordinator Prodi Magister Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Al Munawir, S.Si., M.Sc sebagai Koordinator Pusat Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Berikutnya tiga orang yang dilantik sebagai Sekretaris Jurusan masing-masing adalah Dony Arung Triyantoro, M.A dilantik sebagai Sekretaris Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Mirza Anggriawin, S.Si., M.Si sebagai Sekretaris Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian dan Said Achmad Kabiru Rafiie, S.E., M.B.A dilantik sebagai Sekretaris Jurusan Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi.

Rektor dalam sambutannya menyampaikan harapannya kepada para pejabat yang baru dilantik agar bekerja dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan dan kemajuan Universitas Teuku Umar, bangsa serta bagi kemanusiaan.

“Saya berharap Sekretaris LPPM PMP, Koordinator Prodi Magister, Koordinator MBKM dan Para Sekretaris Jurusan yang baru diangkat bisa bekerja dengan maksimal sesuai dengan tugas dan tanggungjawab yang telah diberikan,” Kata Rektor

Rektor menekankan pada peran penting di jajaran program studi atau jurusan. Bergeraknya sebuah kampus itu ada di jurusan, karena jurusan adalah yang paling dekat dengan mahasiswa, peran ketua jurusan sangat penting. Disana ada mahasiswa dan dosen, mereka adalah ujung tombak yang harus diberikan perhatian penuh dalam hal pelayanan.

“Di prodi itu banyak orang-orang hebat, fungsi kita adalah mendorong mereka untuk lebih cepat berkembang melalui diskusi, seminar, research dan publikasi. Diskusi bertujuan untuk menambah pengetahuan yang terus berkembang untuk menumbuhkembangkan semangat kebebasan akademik. Kebebasan akademik itu harus kita hidupkan di lingkungan kampus, tetapi jangan sampai terjebak dengan fitnah dan hoaks.” Ingatnya

Lanjutnya, semangat juang Teuku Umar itu harus kita terapkan, peran kita sebagai ujung tombak dalam melayani mahasiswa dan dosen itu.

Rektor juga mengingatkan agar para pejabat yang diberi amanah harus melayani semua orang dengan profesional, tanpa membedakan suku, agama maupun ras. Setiap orang berhak mendapatkan pelayanan yang memuaskan dari UTU. Jadi, jangan ada pilih-pilih kasih dalam pelayanan publik. Sesuai dengan cita-cita UTU yang ingin menjadi kampus sumber inspirasi dan referensi bagi masyarakat dan insan akademik.

“Dengan demikian, UTU yang hari ini mendapat pengakuan dari ISO dalam bidang pelayanan, sedang berupaya terus untuk meningkatkan kualitas standar mutu pelayanannya. Maka kami mengharapkan supaya semua pihak dapat bekerja bersama-sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi,” ujarnya.

“Saya yakin orang orang yang dilantik hari ini adalah orang orang yang hebat saya semakin optimis UTU kedepan semakin bermutu” Pungkas Prof Ishak Hasan

Turut hadir dalam acara pengambilan sumpah keenam pejabat tersebut adalah Wakil Rektor 1 Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric.Sc, Wakil Rektor II, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd, Wakil Rektor III Ibrahim, SKM., MNSc, Kabiro AKPK, Rinaldi Iswan, ST., M.Sc, Kabiro Umum dan Keuangan, Zulfirman, M.Si, para dekan, Ketua LPPM UTU, para Wakil Dekan, para pejabat fungsional lingkup Universitas Teuku Umar dan sejumlah dosen. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

MEULABOHUTU | Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Universitas Teuku Umar (PPID UTU), mengikuti kegiatan Forum Edukasi Optimalisasi Keterbukaan Informasi Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat (KIP) RI pada Rabu (28/2/2024) yang berlangsung secara Hybrid.

Pelaksanaan secara luring berlangsung di Gedung Syafei, Lantai 8 Universitas Negeri Jakarta, sementara ratusan peserta lainnya mengikuti secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan awareness pelaksanaan keterbukaan informasi publik bagi PT

Dalam forum tersebut Komisioner Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi Syawaludin menjelaskan sebagai badan dan lembaga publik yang sumber dananya dari masyarakat, perguruan tinggi (PT) wajib memberikan informasi kepada masyarakat luas dengan jelas dan transparan. “Publik dapat mengawasi pengelolaan PT dengan baik, dan PT dapat termotivasi untuk bertanggung jawab dan berorientasi terhadap pengelolaan sistem informasi yang baik,”jelasnya.

Ia menambahkan, PT Sebagai badan publik wajib memiliki Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) untuk memberi jaminan kepada publik agar dapat menerima informasi yang tidak ditemukan dalam website Perguruan Tinggi yang bersangkutan. “Perlu diperhatikan pengelolaan pada aplikasi ataupun laman PPID agar informasi yang disajikan bukan informasi yang kedaluarsa. PT wajib memperhatikan Akses Informasi bagi seluruh Pihak tanpa terkecuali termasuk Sarana prasarana untuk kaum Disabilitas,”tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Pusat PPID, Kehumasan dan Penerbitan Aduwina Pakeh, S.Sos., M.Sc seusai mengikuti kegiatan forum edukasi menjelaskan UTU akan konsisten untuk dapat mengikuti Undang Undang Keterbukaan Informasi, terlebih dalam proses melayani masyarakat untuk pemberian informasi dengan baik dan UTU dapat menjadi pelayanan yang baik dalam pemberian informasi kepada publik. (Humas UTU).

MEULABOHUTU | Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar melakukan langkah serius dalam mempersiapkan prosesi akreditasi Prodi IAN tahun 2024. Dalam rangka mencapai standar akreditasi “Unggul”, jajaran struktural Prodi IAN menggelar rapat pembagian tugas untuk pengisian borang akreditasi.

Rapat yang diikuti oleh seluruh dosen lingkup Prodi IAN dilangsungkan di ruang rapat Prodi IAN, Gedung Kuliah Terintegrasi, Kampus UTU, Selasa (27/2/2024).

Ketua Prodi IAN, Nodi Marefanda, MAP selaku Ketua tim pelaksana penyusunan instrumen borang akreditasi dalam paparannya menyebutkan Rapat ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan program studi untuk terus meningkatkan mutu dan memberikan pengalaman terbaik bagi mahasiswa.

Akreditasi merupakan momen penting untuk mengevaluasi dan meningkatkan seluruh aspek program studi agar sesuai dengan standar mutu tinggi yang ditetapkan oleh lembaga akreditasi. Oleh karena itu Prodi IAN menunjukkan komitmen yang tak tergoyahkan terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

“Tujuan dari rapat ini adalah untuk membahas berbagai aspek yang menjadi fokus utama dalam proses akreditasi, seperti kurikulum, mitra, lulusan, serta aspek-aspek lain yang akan dinilai oleh lembaga akreditasi,” kata Nodi Marefanda

Salah satu fokus utama dalam rapat ini adalah pemetaan kembali kurikulum. Dosen berkolaborasi untuk memastikan bahwa kurikulum yang disajikan sesuai dengan perkembangan terkini dalam bidang administrasi publik. Pengintegrasian materi yang relevan dengan dinamika masyarakat dan tata kelola pemerintahan menjadi perhatian utama.

Rapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kinerja dosen. Dalam suasana kolaboratif, mereka saling berbagi pengalaman dan strategi mengajar yang efektif. Peningkatan metode pengajaran dan pendekatan inovatif menjadi sorotan agar mahasiswa dapat lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran.

Dalam kesempatan tersebut, kaprodi juga turut memimpin penyusunan tim penyusun akreditasi yang diisi oleh para dosen, mulai dari kriteria 1 hingga kriteria 9. Selain itu juga disusun tim penyusun LKPS.

Rapat ini diharapkan akan menjadi langkah awal yang memacu semangat seluruh komponen Prodi Ilmu Administrasi Negara untuk bekerja sama dalam mempersiapkan diri menghadapi proses akreditasi.

Dengan komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas program studi IAN siap untuk menghadapi penilaian lembaga Akreditasi dan menjunjung tinggi standar akademik yang tinggi. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).