MEULABOH – UTU | Mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar mengadakan Fieldtrip Tata Kelola Daerah Pesisir. Fieldtrip ini diadakan pada Sabtu (2/12/2023) di Pulau Reusam dan Kawasan Ekowisata Mangrove, Rigaih Kabupaten Aceh Jaya.
Pelaksanaan Fieltrip dipimpin langsung oleh Dr. Edwarsyah, M.Si selaku Dosen Prodi Sumber Daya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UTU yang mengampu MK Tata Kelola Daerah Pesisir Prodi Ilmu Administrasi Negara.
Kegiatan Field Trip ini mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menganalisis serta mengaplikasikan konsep kebijakan pengelolaan wilayah pesisir. Dr. Edward menyebutkan Field Trip mata kuliah ini melakukan pembelajaran menyeluruh dan mendalam meliputi prinsip-prinsip pengelolaan, kebijakan pusat dan daerah, potensi dan strategi dalam kebijakan yaitu melalui (Observing) mengamati melalui pengelolaan wilayah pesisir.
“Diharapkan dari kegiatan ini mahasiswa mampu menganalisis permasalahan secara kompleks di daerah pesisir (abrasi, hutan mangrove, pencemaran, IUU fishing, kerusakan terumbu karang, kepedulian masyarakat serta masalah sosial ekonomi dan menganalisis tumpeng tindihnya kewenangan dalam pengelolaan),” jelasnya.

Menurut Dr Edwarsyah dipilihnya kedua lokasi tersebut sebagai tujuan fieldtrip merupakan representatif model pembangunan perikanan melalui penerapan minapolitan dalam meningkatkan pembangunan ekonomi dan pembangunan ekowisata bahari dan Marine Tourisme atau Wisata Bahari.
Wisata bahari yaitu seluruh kegiatan wisata yang berkaitan dengan bahari atau yang aktivitasnya dilakukan di bentang laut dan bentang darat selama melibatkan unsur perjalanan dengan kegiatan yang memanfaatkan potensi alam bahari sebagai Daya Tarik Wisata maupun wadah kegiatannya pengelolaan wilayah pesisir di Provinsi Aceh.
”Kegiatan Fieldtrip ini dapat melengkapi teori yang diberikan dalam perkuliahan para mahasiswa/i di kampus dan diharapkan makin kaya akan informasi keilmuan dibidang tata kelola daerah pesisir serta mampu mengelola sumberdaya pesisir secara berkelanjutan. Selain itu adalah bagaimana mahasiswa/i berfikir dapat memgembangkan kawasan pesisir Barat Selatan Aceh yang memiliki sumber daya alam yang mdelimpah,” pungkasnya. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Universitas Teuku Umar bersama dengan 22 orang mahasiswa International Students Mobility Program (KOSASS Tour A Culture 4,0) 2023 dari Universitas Putra Malaysia berkunjung ke salah satu desa binaan UTU pada Selasa (27/6/2023).
Yaitu desa Kuala Bubon yang merupakan sebuah desa dipesisir samudra Hindia yang terletak di Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat yang menjadi lokasi yang dikunjungi. Desa ini merupakan desa mitra Universitas Teuku Umar yang selama ini telah melakukan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat guna pengembangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk upaya UTU dalam mengenalkan pengaplikasian program pengabdian masyarakat serta menjadi ajang bertukar ilmu dengan pihak KOSASS UPM. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh para tokoh masyarakat setempat, seperti aparatur gampong dan para Kelompok Wanita Tani (KWT) Kuala Bubon.

“Kolaborasi antara UTU dengan sejumlah desa di Kecamatan Samatiga merupakan sebuah inkubator pembelajaran yang dapat digunakan oleh para dosen dan mahasiswa. Harapannya, kunjungan ini juga dapat menumbuhkan bibit kolaborasi internasional untuk mengembangkan desa ini serta mempererat tali silaturahmi,” ungkap Refanja Rahmatillah, M.App.Ling selaku Center for International Affair Universitas Teuku Umar yang mengkoordinir kegiatan tersebut
Refanja juga berharap semoga kunjungan kami ini dapat menjadi sarana sharing knowledge atas aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat Desa Kuala Bubon sehingga para mahasiswa dapat belajar serta mendapatkan ide pengembangan untuk ke depannya.
Tidak hanya menjadi ajang transfer pengetahuan, para mahasiswa juga dikenalkan dengan makanan khas dan tradisional Desa Kuala Bubon. Para mahasiswa juga berkesempatan untuk melihat langsung kegiatan warga sebagai nelayan juga olahan hasil tangkapan nelayan yang dibudidayakan oleh masyarakat setempat.

Selanjutnya, Keuchik Kuala Bubon Rismaidi mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas kehadiran para mahasiswa dari Negeri Jiran ke desanya. “Terimakasih bapak/ibu dari Universitas Teuku Umar yang telah memilih desa kami untuk dikunjungi dan memfasilitasi para mahasiswa dari UPM untuk mengunjungi desa kami,” katanya
Rismaidi menyebutkan, desa kuala bubon merupakan salah satu desa yang paling berdampak saat musibah Gempa dan Tsunami tahun 2004 lalu, seluruh bangunan luluhlantak dan ribuan warga meninggal dunia. “Bapak/ibu dan adik-adik mahasiswa dapat melihat sendiri bangunan perumahan yang dibangun di atas permukaan air, itu adalah bantuan NGO pasca Tsunami dulu,” katanya.
Lanjutnya, selama ini banyak sekali dosen dan mahasiswa UTU terlibat aktif dalam membantu masyarakat dalam hal keilmuan serta membantu menyediakan peralatan untuk menunjang kerja masyarakat.

Maka dari itu, Desa Kuala Bubon sangatlah terbuka akan bimbingan serta kolaborasi dari UTU serta UPM untuk upaya pengenalan program-program baru yang dapat meningkatkan nilai tambah dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat di desa Kuala Bubon.
Sesi transfer pengetahuan ini disambut positif oleh para KWT dan masyarakat desa Kuala Bubon kemudian diakhiri dengan berfoto bersama. Diharapkan dengan adanya kunjungan ini, dapat dijadikan sarana kolaborasi teknologi dan ilmu pengetahuan antara UTU dengan UPM dalam upaya pengembangan masyarakat. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Universitas Teuku Umar menggelar acara pentas Tari budaya sebagai persembahan dalam agenda student mobility Universiti Putra Malaysia. Acara yang diadakan merupakan kegiatan kolaborasi bersama UKM Tari dalam Program Kosass Tour a Culture 4.0 (KTA 4.0) dengan maksud untuk memperkaya, mempromosikan, dan mempertahankan kekayaan warisan budaya Indonesia dan juga budaya Malaysia.
Salah satu sorotan dari acara ini adalah beragam penampilan tari dari para mahasiswa kedua Universiti. Adapun tarian persembahan dari mahasiswa UTU diantaranya tari kreasi Aceh, rapa’i saman, performa lagu pop indonesian music dan lagu Aceh. Sementara persembahan dari mahasiswa UPM diantaranya lakonan silat pembukaan + mantera simerah padi, tarian dikir puteri, nyanyian pop Malaysian music, tarian zapin ya salam johor dan nyanyian terimakasih sayang.
Rangkaian penampilan tari budaya tersebut berlangsung di Auditorium Universitas Teuku Umar, Kamis (30/11/2023). Turut hadir para pimpinan dan civitas akademika UTU.

Ketua CIA UTU Refanja Rahmatillah, M.App.Ling menyebutkan melalui kegiatan pentas tari budaya ini, semoga mahasiswa UTU dengan mahasiswa UPM dapat bertukar pengetahuan mengenai seni budaya antara dua negara. Ini akan menambah wawasan untuk para mahasiswa. Termasuk KOSASS UPM dapat mengenal dan mempelajari budaya Indonesia, khususnya Aceh, dengan mahasiswa dari berbagai prodi yang ada di UTU.
Refanja menyebutkan melalui inisiatif ini, UTU berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam melestarikan dan menghormati budaya lokal serta nasional.
“Harapannya kami dapat memberikan kesan baik kepada mereka (peserta dari Malaysia) bahwa budaya Indonesia itu kaya, dan mahasiswa UTU itu sebenernya banyak potensinya, tidak hanya belajar, tapi juga untuk seni dan entrepreneurshipnya juga maju dan bisa berinovasi,” ucapnya.
Menurut salah satu peserta Kosass Tour a Culture 4.0 (KTA 4.0), Muhammad Ikbal bin Herman, mengatakan bahwa ia sangat senang dengan adanya pagelaran budaya ini dan mengenal banyak budaya yang ada di Indonesia.

“Di hari kelima ini saya sangat senang dan terhibur, juga jadi tahu banyak budaya di Indonesia. Dan yang menarik, saya bisa lebih tahu tentang budaya Aceh,” ujarnya saat ditemui.
Dalam era globalisasi, upaya untuk menjaga dan menghormati budaya lokal sangat penting. Acara yang digelar oleh CIA ini akan menjadi tonggak dalam membangkitkan kesadaran akan pentingnya warisan budaya dan mendorong kolaborasi lintas generasi untuk merayakan keanekaragaman budaya yang kaya di Indonesia. (Aduwina Pakeh / Humas UTU)

MEULABOH – UTU | Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Peran Pemimpin dalam Membangun Budaya K3”, Kamis (30/11/2023). Kegiatan tereebut berlangsung di Aula Cut Nyak Dhien, Gedung Kuliah Terintegrasi, Kampus UTU yang diikuti oleh mahasiswa Prodi K3 hingga umum.
Ketua Prodi K3 UTU, Jun Musnadi, SKM., M.Kes menyampaikan bahwa bidang keilmuan K3 dapat diimplementasikan secara luas sehingga mahasiswa perlu dibekali dengan berbagai ilmu K3 yang ada.
Sebagai prodi yang baru lahir dari minat studi K3 prodi kesmas FKM UTU prodi K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) dalam penyelenggarakan kegiatan kuliah umum ini dengan 100 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa yang diundang dari berbagai prodi yang ada di UTU dan beberapa mahasiswa dari kampus lain yang ada di kota meulaboh.
Pada hari yang sama juga dilaksanakan Pelatihan RPS besbasis Case Methode bagi 50 orang dosen FKM yang terdiri dari Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat, Dosen Prodi Gizi dan Dosen Prodi K3 FKM UTU.

Kuliah tamu ini menghadirkan Guru Besar Prodi K3 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yaitu Prof. Doni Hikmat Ramdhan, SKM., M.KKK., PhD sebagai narasumber utama.
Sebagai seorang safety officer mungkin Anda pernah melontarkan pertanyaan, “dari mana kita mulai membentuk sebuah budaya K3 di perusahaan?”. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para ahli K3 dunia pun dengan tegas menjawab, “pembentukan budaya K3 dimulai dari manajemen puncak”.
Yang mereka maksudkan di sini adalah tonggak awal pembentukan sebuah budaya K3 di mulai dari manajemen puncak, yakni pemimpin. Komitmen dan keteladanan pemimpin adalah faktor paling penting penentu keberhasilan dibangunnya budaya K3 (safety culture) di perusahaan. Safety leadership-lah yang berperan besar dalam menggerakkan partisipasi pekerja untuk selalu memprioritaskan K3 dalam setiap kegiatan operasi.

Rektor UTU yang diwakili Wakil Rektor 3 Ibrahim Laweung SKM, MNSc, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedepan sarjana K3 akan sangat besar kebutuhannya serta peranannya diwilayah barat selatan aceh khususnya dalam peningkatan kesehatan sumberdaya tenaga kerja dibeberapa perusahaan yang sudah ada seperti PLTU, pertambangan batu bara dan beberapa pabrik sawit yang sudah ada selama ini dan juga perusahan yang akan ada kedepan nantinya.
Dr. T. Alamsyah, SKM, MPH selaku Dekan FKM UTU dalam sambutannya menyampaikan kegiatan kuliah umum ini merupakan salah satu moment yang dilakukan Prodi K3 untuk melahirkan dan menjadikan Peran Pemimpin dalam membangun Budaya K3 di industri dan masyarakat nantinya agar selalu sehat dan bisa bekerja secara produktifi.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang diajukan oleh partisipan. Dengan terselenggaranya kegiatan perkuliahan umum ini tentu menjadi salah satu upaya menghasilkan lulusan unggul dan kompeten di bidang keselamatan dan kesehatan kerja. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).
MEULABOH – UTU | Dalam rangka penyusunan dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RPJMD tahun 2025-2029 dan RPJPD tahun 2025-2045 Kabupaten Aceh Barat, para pemangku kepentingan menggelar FGD. FGD kali ini menghadirkan sejumlah pemateri dari Universitas Teuku Umar, setidaknya ada 6 dosen UTU dari berbagai keahlian dilibatkan sebagai tim Ahli dalam penyusunan KLHS tersebut.
Focus Group Discussion penyusunan dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2029, dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2025-2045 Kabupaten Aceh Barat digelar pada Rabu, 29 November 2023 di Aceh Barat.
Adapun para tenaga ahli penyusunan KLHS, terdiri dari bidang lingkungan hidup yakni Ketua Tim Tjahjo Tri Hartono, dosen Institut Pertanian Bogor, dengan anggota Zulfikar dan Meylis Safriani dari Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar.
Kemudian Tenaga Ahli bidang pertanian Rahmad Pramulya, dan Mawaddah Putri Arisma Siregar, dari Fakultas Pertanian. Terakhir, Tenaga Ahli Ekonomi, Yasrizal dari Fakultas Ekonomi, Tenaga Ahli Bidang Hukum Rachmatika Lestari dan Tenaga Ahli Bidang Sosial dan Masyarakat Riki Yulianda juga dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Kadis DLH Aceh Barat, Bukhari dalam sambutannya menyampaikan KLHS merupakan rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar serta terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan rencana program kegiatan.”
Bukhari menegaskan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah wajib membuat KLHS sebelum penyusunan RPJMD dan RPJPD, serta kebijakan dan/atau program yang berpotensi menimbulkan dampak dan/atau risiko lingkungan hidup. Hal ini sesuai amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 19 yang menjelaskan bahwa untuk menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup dan keselamatan masyarakat, setiap perencanaan wajib didasarkan pada KLHS dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.
“Oleh sebab itu, sudah selayaknya pada hari ini kita bersama-sama kembali mengidentifikasi pemangku kepentingan dan isu pembangunan berkelanjutan, serta tercipta kualitas lingkungan yang lebih baik di masa yang akan datang.” Kata Bukhari
Ir Meylis Safriani ST MT kepada Humas UTU menyebutkan bahwa tim Ahli bersama OPD akan merumuskan isu-isu pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Aceh Barat, yang telah dirumuskan dapat mewakili semua permasalahan pembangunan di Kabupaten Aceh Barat. sehingga dapat menjadi pedoman Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam melaksanakan seluruh kebijakan, rencana dan program pembangunan daerah guna mewujudkan Kabupaten Acdh Barat yang Unggul dan Sejahtera.
“Dimana Identifikasi dan perumusan Isu Pembangunan Berkelanjutan ditujukan untuk menemukan akar masalah dan tipologi isu Pembangunan Berkelanjutan yang diangkat dan berpotensi menimbulkan pengaruh terhadap lingkungan hidup yang diselaraskan dengan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” kata Meylis Safriani (Humas UTU).
MEULABOH – UTU | Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara (HIMADISTRA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar menggelar upgrading pengurus. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula utama, Lantai II Kampus UTU, Kamis (30/11/2023).
Kegiatan Upgrading tersebut mengusung tema “Harmonisasi sebagai wujud kekeluargaan dan kebersamaan menuju Himadistra yang bersinergi dan berdaya saing”. Upgrading pengurus merupakan program kerja pertama diadakan HIMADISTRA setelah dilantik beberapa waktu lalu.
Dimana kegiatan ini bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan, baik yang bersifat umum atau khusus agar pengurus baru dapat mengetahui pengelolaan organisasi yang baik, serta dapat membangun semangat kepengurusan.
Hafizh Maulana, mahasiswa angkatan 2020 selaku Ketua HIMADISTRA dalam sambutannya mengatakan upgrading adalah sarana untuk meningkatkan kualitas manajemen organisasi, oleh karena itu kegiatan ini tak sekadar menjadi formalitas, melainkan juga hal etis yang harus dijalani agar fungsionaris HMJ lebih dapat memahami apa yang mesti diperbuat selama satu periode kelak.

Aduwina Pakeh, S.Sos., M.Sc, Dosen Prodi Ilmu Administrasi Negara yang didaulat sebagai narasumber pada kegiatan tersebut memberikan motivasi agar organisasi dapat berjalan dengan baik dan aktif. “Organisasi akan tetap aktif ketika semua pengurus saling berkordinasi dengan baik dalam menjalankan tupoksi maupun hubungan antar pengurus yang baik”. ungkapnya.
Dia juga menjelaskan kegiatan upgrading ini merupakan kegiatan pelatihan peningkatan mutu, pengatahuan serta ilmu organisasi khususnya seluruh pengurus HIMADISTRA. “Ini merupakan sebuah kegiatan pelatihan peningkatan mutu, pengetahuan, dan ilmu berorganisasi juga sebagai program pembuka bagi para pengurus HIMADISTRA.” Katanya
Harapnya, semoga dengan diadakannya kegiatan ini, kepengurusan yang baru dapat beradaptasi dengan baik, mengerti tugas dan fungsi nya masing-masing dan stabilisas organisasi tetap terjaga, program kerja yang sudah direncanakan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan disiplin keilmuan khusunya dalam ruang lingkup Ilmu Administrasi Negara

Sementara pemateri kedua yang merupakan mantan Ketua Umum HIMADISTRA Periode 2014/2015, Nofrizal, S.AN dalam kesempatannya turut menyampaikan harapannya bagi kepengurusan baru periode 2023/2024.
“Jangan takut akan kegagalan, kegagalan akan terjadi oleh dua sebab, yang pertama orang yang berpikir tanpa bertindak dan orang yang bertindak tanpa berpikir. Kita harus tau arah kemana yang mau dibawa, karena setiap ada pemimpin nya pasti mempunyai tujuan, jika kalian menginginkan sebuah perubahan, ingatlah tidak ada perubahan tanpa perjuangan dan tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan,” ucapnya.
Selain itu, ia memastikan seluruh pengurus untuk memahami visi dan misi HIMADISTRA agar tidak salah arah dalam menjalankan organisasi. “tahap pertama, kalian harus membaca dan memahami visi dan misi organisasi HIMADISTRA ini sehingga arah yang dituju sesuai, untuk mewujudkan organisasi yang sukses dan berkembang dituntut adanya Kerjasama yang baik antar pengurus,” pungkasnya. (Humas UTU).
MEULABOH – UTU | Menjelang akhir tahun 2023, Universitas Teuku Umar (UTU) kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Kali ini prestasi terkait kampus berkelanjutan versi Universitas Indonesia (UI) Greenmetric sebagai kampus berkelanjutan terbaik di Aceh.
Secara nasional, Universitas Teuku Umar berhasil meraih peringkat 21 dari 145 perguruan tinggi di Indonesia yang mengikuti kompetisi ini. Peringkat ini naik satu tingkat berbanding tahun 2022 lalu pada posisi 22 dari dari 126 Perguruan Tinggi partisipan.
Dlam enam tahun terakhir secara berturut-turut UTU mampu secara konsisten masuk kedalam peringkat 30 besar semenjak keikutsertaan pertama kali pada tahun 2016.
Penghargaan kepada UTU diterima langsung oleh Rektor Prof Dr. Ishak Hasan, M.Si dari Prof Dr Ir Riri Fitri Sari MM MSc selaku Ketua UI GreenMetric pada Kamis (30/11/2023) di Unhas Hotel and Convention Makassar Sulawesi Selatan.
Perolehan tersebut didasarkan atas apresiasi UI GreenMetric World University Rankings 2023 kepada UTU sebagai The 21th Most Sustainable University in Indonesia yang diumumkan secara hybrid dalam acara Pengumuman dan Pemberian Anugerah Peringkat UI GreenMetric Indonesia 2023.

Ditempat yang sama Rektor UTU juga menerima penghargaan berupa sertifikat Tree Rating 3.5 (rating 3.5 pohon) dari lembaga UI GreenMetric World University Rankings. Prestasi tersebut merupakan capaian Perguruan Tingi dalam menerapkan program kampus keberlanjutan. Capaian Trees Rating tertinggi adalah 5 (lima).
Penyerahan sertifikat Trees Rating dilaksanakan setelah pemberian anugerah Most Sustainable University in Indonesia kepada Rektor dan pimpinan Perguruan Tinggi yang berjumlah 18 orang dari seluruh Indonesia
Keikutsertaan Universitas Teuku Umar dalam pemeringkatan internasional pengelolaan kampus berkelanjutan dimulai sejak tahun 2016. Komitmen membangun kampus hijau ramah lingkungan dan berkelanjutan, menghantarkan UTU secara berturut-turut sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2023 ini mendapatkan peringkat pertama di Aceh sebagai kampus hijau berkelanjutan.
“Alhamdulillah, UTU masuk ke dalam 25 besar nasional penilaian UI GreenMetric. Ini merupakan pengakuan dari lembaga internasional yang kredibel terhadap kampus UTU. Semoga ini dapat menginspirasi kita semua khususnya dalam upaya melestarikan lingkungan,” ucap Rektor UTU Prof Ishak Hasan

Syukur dan terima kasih tak terhingga juga disampaikan oleh Prof Ishak kepada seluruh sivitas akademika UTU. “Atas kontribusi seluruh sivitas akademika, saya mengucapkan terima kasih, sehingga UTU mampu mewujudkan green kampus. Semoga UTU menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh penghuni alam serta terus dapat menginspirasi”, lanjutnya
Prof Ishak Hasan juga mengingatkan kepada pimpinan dan seluruh sivitas akademika untuk tidak cepat puas dalam penghargaan tersebut. Rektor mengajak untuk tetap konsisten dan berkomitmen dalam mewujudkan visi UTU yakni sebagai kampus sumber inspirasi dan referensi termasuk menjadi referensi dalam bidang pengelolaan lingkungan.
“Semoga tahun-tahun mendatang, peringkat kita terus meningkat lebih tinggi lagi,” pungkasnya.
Dihubungi terpisah, Ketua Greenmetric UTU, Amda Resdiar, S.P., M.Si yang turut hadir mendampingi Rektor menyebutkan UI GreenMetric merupakan pelopor dalam pemeringkatan melalui pengembangan alat ukur kampus berkelanjutan dan hijau yang kini telah banyak diadopsi oleh Perguruan Tinggi di dunia.
Dalam penilaiannya, UI Greenmetric menggunakan 6 indikator yaitu, Setting and Infrastructure, Energy and climate change, Waste, Water, Transportation, dan Education.

Berdasarkan ke-6 kriteria tersebut, kampus dituntut untuk bisa menerapkan konsep keberlanjutan dalam berbagai aspek secara konsisten.
Lebih lanjut ia menjelaskan keikutsertaan UTU dalam penilaian UI Green Metric ini telah dimulai pada tahun 2016 dimana UTU berhasil menduduki peringkat 22 dari 48 peserta secara nasional. Hal ini tentu saja sangat membanggakan mengingat UTU sendiri merupakan kampus yang masih baru.
Pada tahun 2020 UTU berhasil menduduki peringkat 23 dari total 88 peserta seluruh Indonesia. Kemudian pada tahun 2022 UTU kembali berhasil meraih peringkat 22 Nasional dari jumlah partisipasi peserta yang semakin banyak yaitu 126 perguruan tinggi se Indonesia.
“Alhamdulillah, UTU di tahun 2023 ini naik satu peringkat ke 21 dari jumlah partisipasi yang semakin meningkat yaitu 145 Perguruan tinggi dari seluruh Indonesia,” katanya
Jadi, pemeringkatan dalam UI GreenMetric ini dilakukan setiap satu tahun sekali dan biasanya hasil evaluasi akan diumumkan pada 5 Desember 2023.
“Kami berharap, mudah-mudahan pada tahun 2024 mendatang dengan kerja keras semua pihak baik fakultas dan unit-unit di lingkungan UTU, semoga Allah meridhoi sehingga bisa masuk dalam posisi 15 besar” tandasnya pada Jum’at (01/12/23). (Aduwina Pakeh / Humas UTU).
MEULABOH – UTU | Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPM PMP) Universitas Teuku Umar (UTU) melaksanakan seremonial penandatanganan Perjanjian Kerjasama (MoA) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Meulaboh di gedung LPPM UTU pada Rabu (29/11/2023).
Adapun ruang lingkup kerjasama tersebut berfokus kolaborasi pada bidang Penelitian dan Pengabdian bersama, publikasi hingga pelaksanaan KKN tematik di Kabupaten Gayo Lues pada tahun 2024 mendatang.
Kegiatan KKN kolaborasi ini di koordinasikan oleh koordinator pusat KKN UTU dalam rangka pembinaan dan meningkatkan mutu kampus lingkar Universitas Teuku Umar.
Penandatanganan MoA ini di lakukan oleh Kepala LPPM-PMP UTU ibu Ir. Yuliatul Muslimah, MP dengan Ketua LPPM STIKes Erlia Roslita, M.Kes. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Sekretaris LPPM Heri Darsan, ST., MT dan Koordinator Pusat KKN UTU Sufriadi, MP
Yuliatul Muslimah dalam kesempatannya mengucapkan terima kasih kepada Ketua LPPM STIKES Meulaboh dan menyambut positif MoA ini. UTU sangat mengharapkan kolaborasi bersama ini diimplementasikan dalam eksen kegiatan konkrit baik darma penelitian maupun PkM.
Lanjutnya banyak sekali potensi-potensi yang bisa kita kembangkan bersama untuk meningkatkan kemaslahatan masyarakat di Aceh, khususnya di daerah Barat Selatan dan Tengah Aceh.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua LPPM STIKES Erlia Rosita bahwa LPPM STIKES menyambut positif PKS ini dan berharap kedua belah pihak dapat berkolaborasi dengan baik soal penelitian dan PkM serta tata kelola kelembagaan.
“Terima kasih Buk Yuli dan tim yang berkenan menjalin kerjasama. Kerja sama ini sangat penting untuk kita laksanakan baik untuk pengembangan bidang penelitian dan pengabdian, pengembangan kompetensi dan inovasi mahasiswa di wilayah Barsela ini,” katanya
Kami berharap banyak berbagi dan pendampingan baik soal manajemen kelembagaan, publikasi dan pengelolaan jurnal. Semoga kolaborasi KKN di Gayo Lues nantinya dapat terlaksana sebagaimana yang diharapkan. Pungkasnya. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).
MEULABOH – UTU |Dalam upaya meningkatkan sinergi antara Koordinator Pusat, Pusat Studi, Koordinator IKU dan MBKM sebagai pilar penting dalam mengelola kegiatan bersama LPPM PMP Universitas Teuku Umar, maka diadakan “Rapat Koordinasi Korpus, Pusat Studi, Koord IKU dan MBKM se Lingkungan UTU” pada Kamis, 30 November 2023.
Rakor tersebut dipimpin oleh Wakil Rektor II Prof. Dr Nyak Amir, M.Pd yang turut didampingi Wakil Rektor III Ibrahim Laweung, MNSc. Dalam kesempatan tersebut Prof Nyak Amir mendorong para korpus dan Pusat Studi agar terlibat aktif dalam usaha transformasi UTU menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum.
“Melalui koordinasi yang baik dengan LPPM -PMP dan juga jalur koordinasi dengan Wakil Rektor yang ditunjuk sebagaimana lampiran surat tugas, diharapkan Korpus dan Pusat Studi dapat menjalankan tupoksinya dengan baik dan lancar,” kata Prof Nyak Amir
Lebih lanjut, disampaikan bahwa banyak peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan dalam mendorong peningkatan tridarma perguruan tinggi, salah satunya adalah adanya relasi dengan berbagai lembaga eksternal baik didalam maupun di luar negeri.

Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Biro AKPK Rinaldi Iswan, ST., M.Sc, Ketua LPPM PMP Ir. Yuliatul Muslimah, M.P, dan Sekertaris LPPM PMP Heri Darsah, sT., M.T. Para korpus dan pusat studi berjumlah 23 orang tersebut diberikan kesempatan untuk berdiskusi sekaligus memberikan berbagai saran dalam rangka meningkatkan komitmen kelembagaan.
Pada kesempatan ini, Ketua LPPM PMP Ir. Yuliatul Muslimah, M.P mengajak seluruh korpus dan ketua pusat studi untuk bekerjasama sesuai dengan tupoksi masing-masing. “Kami dari LPPM PMP UTU yang diberikan mandat untuk mengkoordinir bapak/ibu korpus dan pusat studi akan memberikan support penuh terhadap kerja-kerja lembaga yang tentunya untuk memajukan Universitas Teuku Umar,” kata Ir. Yuliatul Muslimah
Untuk diketahui, LPPM PMP merupakan lembaga pelaksana program penelitian dan pengabdian dan juga bertugas membantu mengoordinasi pelaksanaan tridarma dan meningkatkan mutu. Untuk itu, Rektor senantiasa mendorong lembaga ini mengambil peran penting dalam mewujudkan visi misi UTU sebagai sumber inspirasi dan referensi dalam bidang agro and marine industri. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Tempat Uji Kompetensi (TUK) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar bersama Universitas Malikussaleh mengadakan kegiatan Uji Kompetensi untuk Dosen Fakultas Pertanian.
Pada kegiatan tersebut, Universitas Teuku Umar menjadi Asesor Penguji Eksternal pada Senin, 27 November 2023. Perwakilan Dosen FPIK UTU yang ditugaskan untuk menjadi Asesor Penguji Eksternal pada acara tersebut adalah Mahendra, M.Si, Ir. H Zuriat, M.Si beserta Dr. Munandar, S.Kel., M.Sc.
Berdasarkan keterangan, kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi dan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati oleh TUK FPIK UTU dengan FP Unimal dalam melaksanakan kerja sama dalam lingkup pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Salah satunya yaitu dosen terlibat sebagai asesor dalam kegiatan uji kompetensi bagi dosen.

Uji kompetensi tersebut dengan bidang keahlian Budidaya Perikanan, Penyuluhan Perikanan dan Konservasi Perairan, dilaksanakan di Gedung Fakultas Pertanian Cot Teungku Nie Releut Aceh Utara yang diikuti oleh 20 orang dosen.
Uji kompetensi diperlukan bagi dosen dalam mendukung IKU perguruan tinggi dan menjadi bukti sahih (pengakuan) terhadap keahlian yang dimiliki oleh Dosen. Eva Ayuzar, M.Si sebagai ketua pelaksana mengatakan “alhamdulillah kami telah melaksanakan uji kompetensi bagi dosen lingkup fakultas pertanian, dan kami juga berterimakasih kepada TUK FPIK UTU yang telah menjadi asesor bagi uji kompetensi ini”.
Sementara itu ketua TUK FPIK UTU, Mahendra, M.Si mengatakan uji kompetensi bidang perikanan dan kelautan bagi dosen dan tenaga kependidikan merupakan agenda rutin dari TUK FPIK UTU, pelaksanaanya dapat di Universitas Teuku Umar maupun dilokasi penyelenggara.
Mahendra juga menyampaikan bahwa uji kompetensi tidak hanya untuk dosen namun juga bisa dilakukan untuk mahasiswa sebagai pendamping ijazah. (Humas UTU).

