MEULABOH – UTU | Perguruan tinggi dalam mengemban tugasnya sebagai institusi ilmiah memiliki kewajiban untuk menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi yakni melaksanakan pengajaran (pendidikan), penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dengan instansi pemerintah merupakan satu keniscayaan. Peran perguruan tinggi menunjukkan bahwa pendidikan tinggi selain menghasilkan sumberdaya manusia yang cerdas, juga menjadi pusat riset yang akan melahirkan inovasi (teknologi material, sosial dan moral) yang akan diabdikan kepada masyarakat sebagai salah satu bentuk university social responsibility.
Atas dasar tersebut, Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar pada Kamis (23/11/2023) bertempat di Aula Iskandar Muda, Gedung Kuliah Terintegrasi, Kampus UTU mengadakan Studium Generale bagi mahasiswa dengan tema “Kolaborasi dan Partisipasi dalam perencanaan Pembangunan”.

Kuliah Umum ini dibuka dan dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar, Basri, S.H., M.H dengan didampingi Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Nodi Marefanda, M.A.P, Sekretaris Prodi Ilmu Administrasi Negara, Muntaha Mardhatillah, S.A.P., M.A.P dan para dosen Program Studi Ilmu Administrasi Negara
Ketua panitia pelaksana Studium Generale Zuhrizal Fadhli, M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama yang telah terjalin selama ini antara Universitas Teuku Umar dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Nagan Raya.
Bertindak sebagai Narasumber adalah Wistha Nowar, S.Pt., M.Si (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah / Bappeda Kabupaten Aceh Barat) dan Kepala Bappeda Kabupaten Nagan Raya Rahmattulah, S.STP., M.Si yang diwakili oleh Kabid Perencanaan, pengendalian dan evaluasi Pembangunan Daerah, Syarizal Budian Putra, ST, dengan Moderator, Cut Asmaul Husna, MA (Dosen Program Studi Ilmu Administrasi Negara).

Dekan FISIP, Basri, SH., MH dalam sambutannya mengapresiasi Prodi IAN UTU yang telah menyelenggarakan kegiatan Studium Generale ini dengan menghadirkan Kepala Bappeda dari dua Kabupaten di Wilayah Barat Selatan Aceh.
“Kegiatan ini sangat tepat, semoga dapat berlanjut pada tahap implementasi pada kegiatan-kegiatan di masing-masing instansi, SDM yang ada di IAN UTU dapat dilibatkan dalam menyukseskan program di BAPPEDA Nagan Raya maupun di Bappeda Aceh Barat.
Sementara kedua narasumber dalam paparannya menyebutkan sinergi antara Universitas dengan pemerintah menjadi Langkah nyata dan penting untuk Pembangunan bagi kesejahteraan rakyat dan semoga memberi kemaslahatan bagi ummat.

Dijumpai seusai Studium Generale, Kaprodi IAN UTU Nodi Marefanda kepada Humas UTU mengatakan kegiatan perkuliahan umum merupakan salah satu wujud pembelajaran yang diterapkan oleh Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP UTU, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa dari perspektif praktisi.
Prodi IAN merupakan salah satu prodi di UTU yang memiliki akreditasi Baik, dan banyak menghasilkan kegiatan penelitian dan pengabdian dalam bidang pelayanan publik serta pemberdayaan masyarakat. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran dan relevansi pendidikan tinggi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) Prodi teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar kembali melaksanakan kuliah lapangan untuk mata kuliah Metrologi Kontrol Kualitas di UPTD Metrologi Legal Kabupaten Aceh Barat pada Rabu hingga Jumat (22-24/11/2023).
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 23 orang mahasiswa Prodi Teknik Mesin dengan didampingi dua orang dosen yaitu Dr. Pribadyo, ST., MT dan Herri Darsan, ST., MT.
Studi lapangan ini dalam rangka mengetahui lebih dalam mengenai alat bantu alat ukur yang berada di UPTD Metrologi Aceh Barat.
Dalam kunjungan ini para mahasiswa dibawa untuk melihat secara langsung semua alat ukur yang berada di semua laboratorium yaitu laboratorium Tangki Ukur mobil, laboratorium Meter Arus Kerja, Laboratorium Timbangan, dan Laboratorium Meter Air.
Sebelum melakukan kunjungan ke laboratorium para mahasiswa tersebut menerima penjelasan mengenai metrology dan profil UPTD Metrologi Legal Kabupaten Aceh Barat dan ilmu metrologi secara umum yang disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi Dan UMKM Kabupaten Aceh Barat Bapak Fauzi, SH yang turut didampingi Kepala UPTD Metrologi Legal Kabupaten Aceh Barat bapak Abdul Jalil, ST.

Dalam sesi ini para mahasiswa terlihat sangat antusias mendengarkan penjelasan dari narasumber, ini terlihat dari banyaknya para mahasiswa bertanya berbagai hal mengenai alat-alat ukur, takar, timbang dan bejana ukur untuk berbagai keperluan.
Fauzi, SH dalam sambutannya yang sekaligus membuka kegiatan kuliah lapangan menyampaikan peran perguruan tinggi melalui program studi yang diselenggarakannya harus mampu menyiapkan mahasiswa menjadi lulusan yang siap berkontribusi positif dalam pembangunan bangsa.
Karenanya Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi Dan UMKM Kabupaten Aceh Barat yang dalam hal ini UPTD Metrologi Legal memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa Teknik Mesin UTU untuk belajar secara langsung, imbuhnya.
Kuliah lapangan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut adalah tindaklanjut atas kerjasama yang sudah terjalin selama 2 (dua) tahun antara prodi teknik mesin UTU dengan UPTD Metrologi Legal Kabupaten Aceh Barat.

Sementara Dr. Pribadyo, ST., MT yang juga Ketua Jurusan Teknik Mesin UTU dalam kesempatannya menyampaikan pentingnya interaksi perguruan tinggi dengan masyarakat, institusi di luar kampus, dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) harus dibangun secara efektif sehingga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk melakukan berbagai aktivitas di luar kampus dalam rangka memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual, paparnya.
Lebih lanjut kebenaran pengukuran menjadi suatu hal yang sangat penting dalam menjamin kesesuaian suatu produk terhadap standar yang diacu, khususnya jaminan bahwa pengukuran yang dilakukan dalam memproduksi barang tersebut telah sesuai termasuk bagaimana menguji kesesuaian produknya, karenanya dalam kuliah tersebut dijelaskan juga perihal kalibrasi alat ukur, tambahnya. (Humas UTU).
MEULABOH – UTU | Pada Senin, 20 November 2023 Universitas Teuku Umar menyelenggarakan Sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pedoman Pemberian Tugas Belajar bagi Pegawai Negeri Sipil yang bekerja sama dengan Biro Sumber Daya Manusia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek).
Kegiatan sosialisasi tersebut dibuka ole Rektor UTU yang diwakili Wakil Rektor II Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd. Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Direktur Sumber Daya Manusia Kemendikbudristek, Ambar Musyarifah, S.Psi., M.Ak.
Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan peraturan baru tentang studi lanjut yaitu Permendikbud (Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) Nomor 27 tentang Pedoman Pemberian Tugas Belajar bagi Pegawai Negeri Sipil. Dengan diterbitkannya Permendikbudristek Nomor 27 Tahun 2022 maka Permendiknas Nomor 48 Tahun 2009 tentang Pedoman Pemberian Tugas Belajar bagi PNS di lingkungan Depdiknas sudah tidak berlaku lagi.

Dalam peraturan sebelumnya, pengembangan PNS melalui pendidikan berkelanjutan memiliki dua skema, yaitu pemberian tugas belajar dan izin belajar. Namun, dalam aturan baru ini, tidak ada lagi skema izin belajar, dan sekarang ada empat jenis skema tugas belajar yang telah ditetapkan, yaitu tugas belajar yang dibebaskan dari tugas jabatan, tugas belajar yang tidak dibebaskan dari tugas jabatan, tugas belajar dengan biaya mandiri yang dibebaskan dari tugas jabatan, dan tugas belajar dengan biaya mandiri yang tidak dibebaskan dari tugas jabatan.
“Tujuan dilaksanakannya sosialisasi ini, untuk menerapkan aturan baru yang telah ditetapkan kemendikbud, demi kelancaran masa depan dosen baik yang akan maupun yang sedang melaksanakan tugas belajar,” kata Ambar Musyarifah
Perubahan signifikan di peraturan baru adalah tidak adanya izin belajar dengan biaya sendiri. Di peraturan baru, untuk pengembangan kompetensi melalui jalur pendidikan hanya dengan satu cara, yaitu tugas belajar.
Salah satu dasar mengapa mekanisme izin belajar sudah dicabut pada aturan baru adalah bahwa pengembangan kompetensi pegawai seharusnya menjadi tugas organisasi untuk menutupi kesenjangan kompetensi di unit kerja. Karena itu, organisasi seyogianya turut andil menyiapkan pembiayaan untuk pengembangan kompetensi melalui tugas belajar.

Perubahan lainnya ada pada batas usia. Jika dulu batas usia pegawai melanjutkan studi S-3 adalah 40 tahun. Melalui Permendikbudristek tersebut, batas usia pegawai dimungkinkan hingga usia 51 tahun.
Selain itu, terkait normatif studi sebelumnya dibatasi 3 +1 tahun untuk tugas belajar Doktoral. Maka sesuai Permendikbud terbaru lama tugas belajar diperpanjang hingga 7 1 tahun. Ini didasarkan ada beberapa negara tujuan studi Doktoral yang memiliki jangka waktu hingga tujuh tahun.
Prof. Dr. Nyak Amir, Wakil Rektor II dalam kesempatannya saat membuka acara berharap aturan baru terkait pemberian tugas belajar bagi Dosen PNS dapat diterapkan dengan baik di lingkungan UTU, sehingga para dosen dapat melaksanakan tugas belajar dengan efektif dan berkontribusi positif untuk UTU dan Indonesia.”
“Melalui kegiatan ini, diharapkan para dosen dan staf UTU akan lebih memahami aturan baru terkait tugas belajar dan dapat mengaplikasikannya dengan baik dalam rangka pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas untuk kemajuan Universitas Teuku Umar dan kontribusi lebih besar bagi Indonesia,” kata Prof Nyak Amir. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).
MEULABOH – UTU | Dalam rangka memberikan pengetahuan tentang pasar modal, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Teuku Umar bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Aceh melaksanakan kegiatan Edukasi Pasar Modal bagi mahasiswa
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gedung Kuliah Terintegrasi, Kampus UTU pada Kamis, 23 November 2023 dengan diikuti sekitar 50 peserta dari mahasiswa.
Hadir sebagai pemateri Dr. Thasrif Murhadi, S.E., M.M. selaku Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Aceh dan Rayzi Maulizhar, S.E., M.M selaku Representatif Aceh PT NH Korindo Sekuritas Indonesia.

Wakil Dekan 2 FE UTU, Ika Ramadhani, S.E., M.Si., Ak mewakili Dekan FE dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan “Sekolah Pasar Modal” tersebut merupakan salah satu kegiatan yang rutin dilakukan oleh Prodi Manajemen untuk memperkaya pengetahuan dan wawasan mahasiswa mengenai pasar modal dan investasi.
Edukasi pasar modal sangat bermanfaat sebagai pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan investasi yang aman dan menguntungkan.
“Selain itu kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pengembangan pengetahuan dalam berbagai perspektif terkait dengan pasar modal dari perspektif pembuat kebijakan dan praktisi,” kata Ika Ramadhani (Humas UTU).

MEULABOH – UTU | Tim Moot Alternative Dispute Resolution (ADR) Prodi Ilmu Hukum Universitas Teuku Umar sukses mengukir prestasi level nasional di ajang Moot Court ADR Mediation tingkat Nasional yang diselenggarakan di Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe.
Tim mediator UTU yang dipimpin oleh Sri Elviana Manik, dengan anggota M Khadafi, Mauliza Rahmi, Nurazizah dan Delfa Zebua berhasil meraih juara harapan 2 dalam lomba yang diikuti 26 tim PTN Wilayah Barat, Rabu (22/11/2023).
Dosen pendamping tim, Irsadi Aristora, MH dalam rilis yang dikirimkan ke utunews menjelaskan bahwa keberhasilan meraih juara tersebut adalah usaha yang sangat maksimal dengan mampu bersaing diantara 26 tim dari seluruh kampus di dalam wilayah ptn barat secara nasional.

“Apresiasi sebesarnya atas capaian ini kepada mereka atas usaha gigih mereka,”
Secara urutan peraih juara 1 Unimal, juara 2 UPN Veteran Jakarta dan Juara 3 Universitas Syiah Kuala. Sementara Harapan 1 diraih Universitas Bengkulu, serta harapan 3 diraih UNTIRTA Jakarta.
Dewan juri pun memberi apresiasi dengan tim kita karena selisih cukup tipis dengan juara diatas nya dengan selisih hanya nol koma saja. “Semoga kita terus belajar sehingga di tahun depan kita bisa naik juara nya,” ucap Irsadi. (Humas UTU).
MEULABOH – UTU | Universitas Teuku Umar mendukung penuh pembangunan dan pengembangan kawasan ‘Food Estate’ yang dikelola Komando Resort Militer (Korem) 012/Teuku Umar di Alue Penyareng, Meureubo, Aceh Barat sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor I Universitas Teuku Umar, Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric.Sc saat mewakili Rektor dalam Talk Show “Ketahan Pangan” pada kegiatan Food Estate Festival yang diselenggarakan oleh Korem 012 Teuku Umar pada Selasa (21/11/2023) di Lapangan Sepakbola Teuku Umar, Meulaboh, Aceh Barat.
Dr. M. Aman Yaman menilai konsep pengelolaan ‘Food Estate’ yang diinisiasi Korem 012/Teuku Umar itu sangat menarik yakni memadukan sektor ekonomi, edukasi, serta wisata dengan mengusung konsep pemberdayaan masyarakat.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Korem 012/Teuku Umar dengan konsep terpadunya, jadi bukan hanya produksi pertanian dan ekonomi saja melainkan ada juga aspek edukasi serta rekreasi sehingga ini bisa jadi percontohan,” kata M. Aman Yaman

M. Aman Yaman menilai keberadaan program food estate atau lumbung pangan memiliki konsep dan tujuan yang positif untuk mendukung ketahanan pangan nasional. “Apa yang telah dilakukan oleh Danrem 012/Teuku Umar dapat menjadi contoh nyata dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan,” katanya.
M. Aman Yaman mengatakan dukungan Universitas Teuku Umar terhadap kawasan ‘Food Estate’ ini dalam bentuk dukungan sumber daya manusia seperti tenaga ahli, pakar
“Kami siap mendukung pengelolaan Food Estate ini dengan memanfaatkan sumber daya yang kita miliki untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat dan juga penataan lingkungan melalui riset dan pengabdian masyarakat,” ucapnya.
Warek 1 UTU mengatakan pengembangan ‘Food Estate’ yang dilakukan oleh Korem 012/TU sejalan dengan Visi kampus UTU yaitu Source of Inspirations dalam bidang agro and marine Industri.

Sementara Danrem Kolonel Inf Riyanto menyebutkan bahwa food estate di Makorem 012/TU merupakan kolaborasi dari seluruh pihak. Total potensi lahan yang bisa dikembangkan food estate di Aceh sebanyak 14.525 hektare. Sementara yang sudah digarap sebagai percontohan mencapai 54,8 hektar.
Adapun, komoditas yang ditanam di food estate meliputi padi, jagung, singkong, dan pakan hijauan. Kemudian tanaman hortikultura yang banyak dikembangkan di kawasan ini.
“Konsep yang kita terapkan adalah integrated farming dengan zero waste. Meski sebagian besar lahan yang digarap adalah lahan gambut, tapi kami optimistis, food estate bisa diharapkan untuk menyediakan kebutuhan pangan khususnya bagi masyarakat lokal,” bebernya.
Dalam Talk Show Food Estate Korem 012/Teuku Umar juga hadir sebagai narasumber lainnya yaitu Plt Kepala Dinas Pangan Aceh Barat Drh. Kamarlisnur, Direktur RTA Aceh Barat Raman Dharwis Sandika, M.A.P dan Kepala Dinas Petanian Aceh Barat Safrizal.
Turut hadir mendampingi Wakil Rektor 1 UTU dalam kegiatan talkshow tersebut, Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Irwansyah, S.T., M.Eng., IPM, Wakil Dekan 1 Fakultas Pertanian Dr. Irvan Subandar, M.P dan Korpus PPID, Humas dan Penerbitan, Aduwina Pakeh, M.Sc (Humas UTU).
MEULABOH – UTU | Program yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari penandatanganan kerjasama antara Program Studi Teknik Mesin dengan Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat dalam rangka memberikan tambahan wawasan pengetahuan untuk mendukung proses belajar mengajar.
Kuliah Tamu menjadi salah satu alternatif dalam menambah wawasan pengetahuan Sumber Daya Manusia (SDM) baik dosen maupun mahasiswa sebagaimana yang dilakukan oleh Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat (AKN) pada selasa (21/11/2023).
Bertempat di Auditorium Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat, Kuliah Tamu yang menghadirkan Dr. Pribadyo, ST., MT yang merupakan Ketua Jurusan Teknik Mesin Universitas Teuku Umar sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini dihadiri para dosen dan mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat.

Wakil Direktur AKN Haimi Ardiansyah, M.IT Dalam sambutannya mengatakan bahwa Kuliah Tamu ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperluas wawasan keilmuan. Ucapan terima kasih kepada narasumber yang telah hadir dan memberikan materi sebagai tambahan wawasan, sebab dalam membangun wawasan keilmuan tidak cukup dari internal, tapi juga butuh tambahan wawasan dari luar” terangnya.
Sementara itu, mengangkat tema “Prospek Lulusan Pendidikan Tinggi Vokasi Dalam Mengisi Lapangan Kerja” pada sesi kedua” tersebut Dr. Pribadyo, ST., MT dalam materinya menekankan strategi kesuksesan di dunia kerja yang tidak hanya didasarkan pada keahlian teknis, tetapi juga pada kemampuan untuk beradaptasi, berkomunikasi, dan terus belajar.
Oleh karena itu, penting bagi lulusan Pendidikan tinggi vokasi untuk tetap terhubung dengan tren industri, mengikuti pelatihan tambahan, dan terus mengembangkan keterampilan mereka untuk memaksimalkan peluang dalam dunia kerja, imbuhnya. (Humas UTU).
MEULABOH, UTU – Mahasiswa Semester III Tahun 2023, Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP-Universitas Teuku Umar (UTU) yang melakukan pendalaman materi jurnalistik pada Harian Serambi Indonesia, dilatih untuk menjadi reporter (wartawan). Mahasiswa yang mengikuti pendalaman materi jurnalistik ini adalah gelombang ke-2.
Acara pelatihan berlangsung, Senin, 20 November 2023, di Markas Besar Harian Serambi Indonesia, dan di Warong Oen Kupi, Lampineung-Banda Aceh. Selain dilatih menjadi reporter, kepada mahasiswa juga diperkenalkan secara langsung proses cetak koran dan cetak komersil lainnya pada Harian Serambi Indonesia.
Redaktur Senior Harian Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika, memaparkan langkah-langkah yang harus diketahui dan ditempuh oleh seorang reporter antara lain bagaimana menulis berita spot news (berita yang tiba-tiba muncul atas kehendak Allah Swt), menulis straight news (berita lempang/lurus), speech news (berita dari hasil wawancara dengan narasumber/berita orasi/pidato), feature news (daya pikat manusiawi/human interest, berita probisnis news (menunjang bisnis orang lain), indepht news/reporting (wartawan menggali sendiri/mencari tau/menelusuri berita/mendalami sendiri berita), dan yang terakhir adalah investigative reporting (informasi berdasarkan riset).
Yarmen menguraikan, menulis harus memiliki kemauan yang terus diasah dengan cara berlatih dan mendapat apresiasi. In depth news dan investigative news bentuk atau maqam praktik jurnalitik tertinggi bagi jurnalis dalam konsep penulisan 3W dan 4B. Dalam mengikuti perkembangan jurnalistik saat ini dan ke depan, seorang penulis (jurnalis) dituntut mampu menjabarkan konsep penulisan 3W dan 4B dalam memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat melalui publikasi media, sehingga masyarakat tidak hanya menerima informasi semata tetapi publik mampu mengambil manfaat dan bersikap atas informasi yang diterima.
Oleh karena itu, dalam tatanan dunia modern, praktik jurnalistik itu semakin menantang. Makin hari makin tinggi kualifikasi yang dibutuhkan. “Untuk itu, adik-adik mahasiswa ilmu komunikasi perlu membekali diri untuk menambah pengetahuan ekstra dari sekadar yang diajarkan di kampus”, ujar Yarmen
Dunia pers sekarang makin berkembang. Maka, teruslah belajar, perdalam ilmu jurnalistik di dalam maupun di luar kampus. “Karenanya, semua teori jurnalistik yang telah diajarkan di kampus oleh para dosen, hari ini kita duduk kembali mereview-nya apakah sudah sesuai atau tidak dengan kebutuhan dunia kerja. Jangan berkutat dengan teori saja”.
Sebelumnya, Firdaus D, SE (Manajer Cetak Umum Harian Serambi Indonesia) memperkenalkan kepada mahasiswa mengikuti proses cetak dan produksi dengan sistem pengelolaan media yang terintegrasi di Newsroom dan Unit Percetakan Harian Serambi Indonesia. Selama di newsroom, mahasiswa dibahani untuk mengetahui seluk-beluk penerbitan koran (Serambi Indonesia, Prohaba dan cetak komersial lainnya), dan diperkenalkan juga portal online Serambinews.com, Radio Serambi FM, Serambi on TV, Kompas TV Aceh yang terintegrasi pada Harian Serambi Indonesia.
Firdaus juga mengharapkan kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi yang mengambil mata kuliah jurnalistik supaya gigih, tidak cepat patah semangat. “Anda-anda ini adalah calon jurnalis (wartawan)”, ujar Firdaus. Menjadi jurnalis juga harus memiliki sifat amanah. Kenapa harus amanah, karena jurnalis itu akan menyampaikan informasi kepada publik yang didalamnya tidak boleh ada dusta, tidak boleh ada rekayasa, tidak boleh ada kabar bohong (hoaks).
Firdaus menyampaikan, menjadi jurnalis itu harus berwawasan luas, memiliki karakter baik, dan harus memiliki keingintahuan yang besar. Jurnalis itu orang yang sangat peduli atas sebuah peristiwa karena si jurnalis itu harus mengidentifikasi suatu peristiwa. Kemudian, diserap semua informasi atau peristiwa tersebut yang selanjutnya diolah, dan diedit kemudian diceritakan kepada orang lain baik secara tulisan melalui publikasi media maupun secara lisan. (***)
MEULABOH – UTU | Dalam rangka akselerasi pengembangan kurikulum dan pembelajaran pendidikan tinggi mendukung kampus merdeka mandiri, Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar (UTU) mengadakan workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE). Workshop tersebut dilaksanakan pada 20 – 21 November 2023 di Aula Iskandar Muda Gedung Kuliah Terintegrasi kampus UTU.
Prodi menghadirkan narasumber utama untuk Workshop ini adalah Prihandoko, S.Kom, MIT, PhD Dosen dari Universitas Gunadharma, yang juga merupakan Sekretaris Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM INFOKOM).
Hadir untuk memberikan sambutan Dekan FT UTU Dr. Ir. Irwansyah, S.T., M.Eng., IPM. Pihaknya menyampaikan bahwa workshop pengembangan kurikulum berbasis OBE tersebut untuk menunjang kegiatan MBKM.
“Kurikulum OBE sebagai kurikulum yang berfokus pada pencapaian pembelajaran, dimana pendidikan tidak hanya berpusat pada materi yang harus diselesaikan namun juga outcome. Sehingga anak didik dapat mengembangkan keterampilan baru yang mempersiapkan mereka di level lebih global,” ungkapnya.
Dekan Fakultas Teknik mengharapkan Workshop Kurikulum OBE ini dapat menghadapi tantangan zaman dengan disesuaikan berdasarkan kurikulum OBE dengan berbasis teknologi, peminat teknologi informasi lebih tinggi 3-4 kali lipat di bandingkan prodi lain, dengan demikian diharapkan dapat memanfaatkan trend ini untuk kemajuan teknologi informasi, luaran kegiatan ini dapat berupa buku kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).

Kurikulum OBE sendiri merupakan kurikulum yang berfokus pada pencapaian pembelajaran dimana pendidikan tidak hanya berpusat pada materi yang harus diselesaikan namun juga outcome. Secara sederhana, kurikulum ini menekankan pada keberlanjutan proses pembelajaran secara inovatif, efektif, serta interaktif. Sehingga anak didik dapat mengembangkan keterampilan baru yang mempersiapkan mereka di level lebih global.
Sementara itu Dr. Prihandoko dalam paparannya menyampaikan materi tentang Kurikulum OBE, juga tentang CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah) kurikulum pada prodi Teknologi Informasi.
Dalam pemaparannya, pemateri memberikan penjelasan yang jelas dan terperinci mengenai langkah-langkah dalam meng-input-kan CPL dan CPMK tersebut. Pemateri sampaikan sangat relevan dan penting bagi peserta workshop. Terutama dalam mengembangkan kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran.
Dalam sesi tanya jawab, peserta workshop aktif bertanya mengenai berbagai hal terkait dengan implementasi kurikulum OBE. Selain itu, terdapat sesi evaluasi terhadap CPL program studi. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa capaian pembelajaran sudah sesuai dengan kebutuhan terkini di bidang Teknologi informasi. Evaluasi ini menjadi langkah penting dalam memperbaiki dan mengoptimalkan kurikulum Prodi Teknologi Informasi agar dapat memenuhi standar dan tututan dunia industri.

Kurikulum berbasis OBE menyelaraskan berbagai elemen untuk memfasilitasi capaian pembelajaran oleh pembelajar. Elemen yang disebutkan mencakup capaian pembelajaran itu sendiri, kurikulum, metode belajar, asesmen pembelajaran, perbaikan mutu berkelanjutan, dan segenap sumber daya seperti dosen, fasilitas fisik, sistem informasi dan tata kelola, serta institusi pengelola.
Beberapa kelebihan OBE jika diterapkan di dunia pendidikan tinggi, antara lain: Capaian pembelajaran ditentukan tidak langsung oleh pemangku kepentingan/masyarakat profesional sehingga lulusan mendapatkan pendidikan yang lebih relevan, Akuntabilitas penyelenggara pendidikan lebih terjamin karena outcome based Continuous Quality Improvement (CQI) atau Perbaikan mutu berkesinambungan atas kinerja oraganisasi secara menyeluruh lebih akurat dan handal, Lebih mudah mengikuti perkembangan terbaru seperti paradigma industri dan education 4.0 serta perkembangan kebijakan pendidikan nasional seperti SNDIKTI, KKNI, MBKM, dan lainnya. (Humas UTU).
MEULABOH, UTU – Dosen Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Teuku Umar (FISIP-UTU) berkolaborasi dengan Dosen Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bagi kalangan Santri Dayah Dinniyah Darussalam, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.
Salah seorang Dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi FISIP UTU yang juga narasumber PKM, Mirza Adia Nova, M.A, menjelaskan, kegiatan PKM yang digelar, Minggu, 19 November 2023 itu, menyajikan 2 (dua) agenda utama yaitu pelatihan Public Speaking dan Penyusunan Buku Saku Panduan Public Speaking bagi kalangan para santri Dinniyah Darussalam.
Tujuan diadakan PKM ini sebagai bentuk implementasi dan kerjasama Prodi Ilmu Komunikasi (Ilkom) FISI
P UTU dengan Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Meulaboh, guna meningkatkan pemahaman dan kecerdasan para santri mengenai public speaking dan buku saku tentang public speaking. “Kegiatan pengabdian ini disambut baik oleh Pimpinan Dayah Dinniyah Darussalam, Umi Hanisah”, ujar Mirza Adia Nova.
Ketua Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi FISIP UTU, Ainal Fitri, S.I.Kom.,M.I.Kom, dalam arahannya antara lain menyampaikan, melalui observasi awal, santri dayah rutin melakukan latihan pidato pada setiap malam minggu, maka pelatihan public speaking yang “kami berikan ini diharapkan dapat mengasah skill berpidato para santri Dayah Dinniyah Darussalam”, ujar Ainal mengharapkan.
Sementara itu, Ketua Prodi KPI STAIN, Heri Rahmatsyah Putra, M. Kom.I mengatakan, pelatihan dan penyusunan buku saku public speaking merupakan kegiatan kolaborasi pengabdian kepada masyarakat pertama yang dilakukan oleh Prodi Ilkom UTU dan KPI STAIN Meulaboh. “Kami berharap, para santri Dayah Dinniyah Darussalam dapat mempraktikkan hasil pelatihan hari ini pada setiap kesempatan”, harapnya.
Kegiatan pengabdian diikuti penuh antusias oleh santri dayah. Setelah pemberian materi dan penyusunan buku saku, juga dilakukan pendampingan public speaking ke seluruh santri dayah.
Para dosen sebagai narasumber/pelatih yang hadir pada PKM ini dari Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UTU adalah Ainal Fitri (Ketua Prodi Ilkom FISIP), Al Zuhri (Sekretaris Prodi Ilkom FISIP), Said Fadhlain, Saiful Amri, Fathayatul Husna, Raudhatun Nafisah, Rizky Amalia Syahrani, Futry Syam, Mirza Adia Nova, Ashabul Yamin Asgha, Dony Arung Triantoro, Ismu Ridha, Fiandy Mauliansyah. Sedangkan dari STAIN hadir, Heri Rahmatsyah Putra beserta sejumlah Dosen Prodi KPI STAIN Lannnya. (***)



